19 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran untuk 9.176 Calon Mahasiswa, Lulusannya Bisa Jadi CPNS

Ilustrasi - pknstan.ac.id
30 Maret 2019 08:57 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Sebanyak 19 pendidikan tinggi kedinasan membuka penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni sebagai salah satu jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Seperti tercantum dalam pengumuman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/393/S.SM.01.00/2019, terdapat 19 pendidikan tinggi kedinasan di delapan kementerian/lembaga yang membuka kesempatan bagi lulusan SMU/sederajat yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.

Untuk tahun ini, kuota yang dibuka secara total sebanyak 9.176 kursi. Kementerian/lembaga pendidikan kedinasan yang membuka penerimaan meliputi:

  • Kementerian Keuangan (PKN STAN) 3.000 formasi
  • Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 1.700 formasi
  • Badan Siber dan Sandi Negara (STSN) 100 formasi
  • Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim) 600 formasi
  • Badan Intelijen Negara (STIN) 250 formasi
  • Badan Pusat Statistik (Politeknik Statistika STIS) 600 formasi
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) 250 formasi
  • Kementerian Perhubungan dengan 11 Sekolah Tinggi, Poltek, dan Akademi yang membuka 2.676 formasi

Pendaftaran secara online dilakukan serentak melalui melalui portal https://sscasn.bkn.go.id dan dimulai pada 9 hingga 30 April 2019.

“Pelmar hanya diperbolehkan mendaftar satu program studi pendidikan kedinasan. Kalau mendaftar lebih dari satu, otomatis akan gugur,” ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji dikutip dari laman resmi KemenpanRB, Jumat (29/3/2019).

Penerimaan sekolah kedinasan ini akan melalui beberapa tahapan proses seleksi. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, akan dilakukan seleksi administrasi. Bagi yang lolos berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Untuk tahapan seleksi lainnya diatur oleh masing-masing kementerian/lembaga. Hanya peserta yang lulus keseluruhan tahapan seleksi yang berhak mengikuti pendidikan.

Sedangkan untuk pengangkatan menjadi CPNS akan dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan telah memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan Kedinasan yang bersangkutan.

Atmaji mengimbau kepada masyarakat yang mengikuti penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni tahun 2019 untuk selalu berhati-hati atas kemungkinan terjadinya penipuan terkait penerimaan siswa-siswi/taruna-taruni.

“Tidak ada satu pihak pun yang dapat membantu kelulusan. Apalagi kalau ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan keharusan menyediakan sejumlah uang. Itu dipastikan penipuan, karenanya jangan percaya, dan jangan dilayani,” katanya.

Sumber : Bisnis.com