Bawaslu Beri Akreditasi pada Puluhan Organisasi Pemantau Pemilu

Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
27 Maret 2019 00:37 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah memverifikasi dan memberikan akreditasi kepada 49 lembaga organisasi sebagai Pemantau Pemilu 2019 per Senin (25/3/2019). 

"Sampai dengan kemarin [Senin, 25/3/2019] ada 49 lembaga pemantau pemilu dalam negeri yang sudah terakreditasi dan dua lembaga pemantau pemilu luar negeri yang daftar ke kami," ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Pemantau pemilu merupakan lembaga swadaya masyarakat, badan hukum, lembaga pemantau dari dalam dan luar negeri, lembaga pemilihan luar negeri, dan perwakilan negara sahabat, serta perseorangan yang mendaftar ke Bawaslu untuk melakukan kegiatan pemantauan pelaksanaan tahapan Pemilu.

Berdasarkan pasal 435-447 UU No.7/2017 tentang Pemilihan Umum, pemantau pemilu harus bersifat independen, punya sumber dana jelas dan teregristasi, serta memperoleh izin Bawaslu.

Afif menjelaskan, aktivitas pemantauan pemilu oleh lembaga pemantau sudah dilakukan sejak pemilu sebelum-sebelumnya. Tahun ini, kata Afif, jumlah lembaga yang bertisipasi adalah yang terbanyak dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

"Dari sisi peningkatan partisipasi lembaga untuk mau terlibat besar sekali. Bahkan ada 10 lembaga yang proses akreditasinya sedang kami cermati. Jadi mungkin nanti ada sekitar 61 lembaga pemantau di 2019," kata Afif.

Lembaga pemantau pemilu memiliki fokus pemantauan masing-masing, antara lain fokus pemantauan pendaftaran Pemilu, dana kampanye, atau pengawasan hasil Pemilu.

Pengawasan partisipatif pemilu oleh lembaga pemantau pemilu diharapkan mampu mewujudkan pemilu yang terintegrasi dan terpercaya.

Sumber : bisnis.com