Surplus Neraca Perdagangan RI Capai US$3,36 Miliar pada September 2026
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019)./Antara-Wahyu Putro
Harianjogja.com, JAKARTA--Pernyataan Cawapres 01 Sandiaga Uno yang akan menghapus ujian nasional (UN) jika Prabowo-Sandiaga terpilih sebagai presiden dan wakil presiden adalah konsep yang kurang jelas. Hal tersebut disamapaikan oleh Pengamat politik dari Indonesia Public Institute Jerry Massie.
"Apalagi Sandiaga mengatakan akan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat. Ini konsep yang kurang jelas," kata Jerry Massie melalui telepon selulernya, Senin, menanggapi Debat Capres ketiga, yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Debat Capres ketiga, menampilkan Cawapres 01, KH Ma\'ruf Amin, dengan Cawapres 02, Sandiaga S Uno.
Menurut Jerry, Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India, sehingga tidak mudah untuk mengganti UN yang sudah dilaksanakan sejak lama di Indonesia.
Sejarah UN, menurut Jerry, mulai dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) pada 1980-2001, ujian akhir nasional (UAN) pada 2002-2004, kemudian UN pada 2005 hingga saat ini. "Apalagi jika UN dihapus dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat, maka menjadi tidak jelas. Saya kurang kurang setuju dengan pernyataan itu," katanya.
Jerry menambahkan, dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengatur secara jelas bahwa minat dan bakat sebaiknya menjadi pelajaran tambahan dalam kurikulum di sekolah.
Menurut dia, mata pelajaran di sekolah ada yang berbasis ilmu murni dan ilmu terapan. "Kalau UN dihapus, maka tidak perlu ada mata pelajaran matematika, IPA, dan IPS," katanya.
Jerry menilai, pernyataan Sandiaga soal wacana menghapus UN tersebut, kurang masuk akal, karena berbeda antara mata pelajaran dengan keahlian dan bakat.
Jerry juga menyayangkan, Sandiaga hanya menyebut, jika terpilih untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan akan menghapus UN dan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat, tanpa memberikan penjelasan konsep penelurusan minat dan bakat.
"Pernyataan Pak Sandiaga hanya seperti pembukaan dan perkenalan. Hanya menyebut nama program tanpa penjelasan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Bank Jateng meraih empat penghargaan Indonesia CSR Brilliance Award 2026, tiga di antaranya berpredikat Platinum, atas komitmen dalam keberlanjutan lingkungan,
Satpol PP Bantul bersama Bea Cukai dan Kejari menemukan 4.972 batang rokok tanpa pita cukai di Pandak dan Bambanglipuro.
Celios memperkirakan biaya kesehatan akibat karhutla mencapai Rp103,3 triliun. Sebanyak 17,4 juta warga bergejala ISPA diprediksi tidak berobat.
Pemkab Sleman masih mengurus legalitas lahan seluas 5,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama di Seyegan.
Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp565,03 triliun. Simak wilayah dan sektor terdampak.