Gempa Magnitudo 5,2 di Barat Daya Kulonprogo, Terasa Kencang di Jogja dan Sekitarnya
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Zulfirman Syah/Facebook Zulfirman Syah
Harianjogja.com, JOGJA—Zulfirman Syah, seniman Jogja kelahiran Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru, masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi koma.
Kakak Zulfirman, Hendra Yaspita, dalam wawancara dengan Harian Jogja, menyatakan adiknya masih koma karena menderita luka parah di organ vitalnya. Menurut Hendra, adiknya ditembak ketika sedang menunaikan salat. Sementara, anak Zulfirman yang masih balita, tertembak di bagian kaki. Hendra mengatakan keponakannya masih trauma akibat kebrutalan itu.
Saat ini, keluarga Zulfirman mencoba berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia agar bisa pergi ke Selandia Baru.
“Kami mencoba koordinasi dengan pemerintah,tetapi belum tau ke mana,” ujar Hendra.
Keluarga Zulfirman menerima kabar buruk itu dari Alta Marie, istri Zulfirman. Pasangan suami istri ini boyongan ke Selandia baru dari DIY pada Januari. Sebelumnya, mereka tinggal di Godean dan Bugisan Selatan. Di Selandia Baru, Zulfirman dan keluarga kecilnya berencana menetap.
“Dan bekerja sebagai seniman,” kata Hendra.
Dalam status Facebook-nya, Alta Marie, mengatakan suami dan anaknya trauma. “Tetapi kami semua hidup. Terima kasih atas doa dan kepedulian semua.”
Sebelumnya, pria bersenjata memberondongkan tembakan saat salat jumat di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Sedikitnya 49 orang tewas. Pria tersebut diketahui sebagai Brenton Tarrant, penganut gagasan supremasi kulit putih yang membenti imgran dan muslim.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut serangan ini sebagai terorisme. Adapun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan enam warga negara Indonesia menjadi korban serangan teror ini, tiga di antara mereka selamat.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan masih dirawat di rumah sakit. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir menyatakan berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh KBRI di Wellington dari kelompok WNI di Christchurch, dua WNI yang tertembak dalam peristiwa tersebut adalah ayah dan anaknya. Keduanya sekarang masih mendapatkan perawatan di Christchurch Public Hospital.
“Ayahnya saat ini dirawat di ruang ICU dan anaknya juga dirawat di rumah sakit yang sama tetapi di ruang perawatan biasa,” ujar dia.
Kementerian Luar Negeri mewakili pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa dua WNI tersebut. “Kami sangat prihatin dengan situasi saat ini, yang dialami para korban dan keluarga mereka. Kami mendoakan agar ayah dan anak itu segera pulih,” ucap Arrmanatha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.