Jejak Mataram Kuno Diangkat Lewat Sendratari Manusuk Sima di Klaten
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
Tiga kotak suara Pilkades Pucang Miliran, Kecamatan Tulung diserahkan untuk disimpan di kantor Kecamatan Tulung, Kamis (14/3/2019)./Solopos-Taufiq Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN -- Pilkades Klaten diwarnai kericuhan di sejumlah tempat. Seorang anggota TNI terluka di dahi akibat kericuhan seusai penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) Pilkades Pucang Miliran, Kecamatan Tulung.
Kericuhan terjadi pada Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB setelah panitia rampung membacakan hasil perolehan suara. Ada tiga calon kepala desa (cakades) di Pucang Miliran, yakni Subandiyo dengan perolehan 301 suara, Kabib Mustofa yang juga petahana meraih 1.019 suara, serta Ratih Rastika Sari dengan perolehan 1.002 suara.
Seusai penghitungan suara, massa pendukung para cakades masih berada di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) di samping kantor desa setempat. Ada kelompok massa pendukung salah satu cakades yang mencoba masuk ke TPS guna memprotes panitia.
Polisi, anggota TNI, dan petugas linmas di TPS menenangkan massa agar tidak masuk ke TPS. Namun, massa terus bergerak hingga melemparkan sejumlah barang termasuk kursi.
Akibat kejadian itu, anggota Koramil Tulung, Sertu Triyono, terkena lemparan kursi besi di bagian dahinya. Ia lantas menyelamatkan diri dan dibantu warga ke poliklinik di desa setempat hingga mendapatkan dua jahitan untuk menutupi luka.
Kericuhan berakhir setelah massa membubarkan diri. Sementara pagar pembatas TPS yang terbuat dari bambu serta seng dirusak massa.
Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan saat kejadian ada 10 polisi yang berjaga di lokasi penghitungan suara TPS Pucang Miliran. Jumlah itu belum termasuk anggota TNI serta linmas.
Mereka disebar termasuk mengamankan tiga calon kepala desa (cakades) untuk segera meninggalkan lokasi penghitungan suara. “Massa sebegitu banyak dan saling melempar barang hingga mengenai salah satu anggota TNI. Memang ada warga yang kami amankan ke polsek untuk menghindari dikeroyok massa. Tetapi semalam sudah pulang,” ungkapnya saat ditemui di kantor Kecamatan Tulung, Kamis (14/3/2019).
Kapolsek menjelaskan ada penambahan personel keamanan dari Polres Klaten serta bantuan dari anggota Polres Boyolali serta Brimob yang ditugaskan membantu pengamanan pilkades di Klaten. Mereka stand by di mapolsek hingga Kamis.
Sementara itu, untuk menjaga suasana kondusif di Pucang Miliran, polisi menggelar patroli rutin. “Patroli kami rutinkan dan kami silaturahmi ke kantong-kantong massa. Yang penting situasi kondusif tetap dijaga. Untuk anggota polisi yang saat kejadian mengamankan lokasi sudah ditarik semua,” jelas dia.
Anggota Koramil Tulung, Pelda Syafrudin, mewakili Danramil Tulung, Kapten Cpl. Tri Djoko, menjelaskan ada dua anggota TNI saat kericuhan terjadi di TPS Pucang Miliran. “Semua anggota konsentrasi melaksanakan pengamanan pilkades. Soal anggota yang terluka, itu sudah menjadi risiko tugas. Kami tetap patroli bersama polisi,” katanya.
Sementara itu, perwakilan tim sukses salah satu cakades di Desa Pucang Miliran mendatangi kantor Kecamatan Tulung untuk meminta klarifikasi terkait penghitungan suara di desa tersebut, Kamis (14/3/2019).
Perwakilan tim sukses berjumlah delapan orang tersebut ditemui Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, serta Wakapolres Klaten, Kompol I Komang Sarjana. Pada kesempatan itu, mereka juga ditunjukkan tiga kotak suara di TPS Pucang Miliran yang sebelumnya diamankan di koramil pascakericuhan.
Seluruh kotak suara tersebut disimpan di kantor kecamatan dalam kondisi tersegel oleh panitia. Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, mengatakan kedatangan perwakilan tim sukses salah satu cakades menyampaikan ada sejumlah indikasi kecurangan. Ia meminta agar indikasi kecurangan itu diadukan secara resmi ke Dispermasdes.
“Mereka menyampaikan indikasi kecurangan. Saya sampaikan kalau ada indikasi kecurangan silakan buat surat protes ke Dispermasdes. Tentu mestinya Dispermasdes mengundang semua unsur. Kalau tidak ada titik temu silakan ke jalur hukum. Itu lebih elegan dibanding cara yang tidak elok. Mereka semua menerima penjelasan tersebut,” jelas dia.
Sementara itu, perwakilan tim sukses salah satu cakades memastikan kondisi di Pucang Miliran sudah kondusif dan warga tenang. “Teman-teman sudah kami kondisikan. Intinya dari tim kami merasa ada yang dicurangi. Makanya kami ingin melaporkan,” kata perwakilan tim sukses tersebut yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di kantor Kecamatan Tulung.
Indikasi kecurangan itu seperti dugaan saksi yang akan memprotes tak terlalu ditanggapi panitia. Selain itu, dugaan adanya penggelembungan suara.
Selain di Pucang Miliran, pilkades di Ponggok, Polanharjo, juga sempat diwarnai kericuhan, tetapi tak sampai berlarut-larut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.