Cuaca Ekstrem di Morotai Tewaskan Seorang Nelayan
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Ilustrasi kereta./ANTARA FOTO-Zabur Karuru
Harianjogja.com, BOGOR--Ratusan penumpang KRL Jakarta-Bogor telantar di Stasiun Cilebut karena kereta yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Kebon Pedas, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).
"Saya enggak jadi ke Jakarta, katanya KRL terguling di Kebon Pedas,"ujar Gilang, calon penumpang KRL Bogor-Jakarta, di Stasiun Cilebut, Minggu.
Sementara itu, petugas jaga KRL Stasiun Cilebut yang dihubungi belum bisa memberikan keterangan terkait kecelakan KRL di Kebon Pedas Bogor yang mengarah ke Stasiun Kota Bogorcyang keluar rel.
Dua gerbong terguling KRL Jakarta-Bogor di Kebon Pedas, Kota Bogor. Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 10.10 WIB. Belum ada informasi soal korban.
Menurut informasi dari TKP, baru baru ada empat orang penumpang yang teridentifikasi, mereka adalah.
1.Tasya 20 th Alamat Jalan Tapolen 3 No 19 Tegal Gundil (luka ringan).
2. Nurhayati 49 th Alamat Jl Hj. Samadi Kalibata (luka ringan).
3. Santi 22 th Alamat Ciputat (luka ringan), dan 4. Yaqub 30 th, Alamat Sukabumi (luka ringan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.
Golkar minta elit parpol lebih dewasa, hindari narasi provokatif, dan utamakan kepentingan bangsa di tengah dinamika politik nasional.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto ajak guru besar perkuat riset dan inovasi kampus untuk wujudkan kemandirian bangsa berbasis iptek.