Survei Segara Research: 73,8% Ojol Gabung karena Tak Dapat Kerja Formal
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Ilustrasi kereta./ANTARA FOTO-Zabur Karuru
Harianjogja.com, BOGOR--Ratusan penumpang KRL Jakarta-Bogor telantar di Stasiun Cilebut karena kereta yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Kebon Pedas, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).
"Saya enggak jadi ke Jakarta, katanya KRL terguling di Kebon Pedas,"ujar Gilang, calon penumpang KRL Bogor-Jakarta, di Stasiun Cilebut, Minggu.
Sementara itu, petugas jaga KRL Stasiun Cilebut yang dihubungi belum bisa memberikan keterangan terkait kecelakan KRL di Kebon Pedas Bogor yang mengarah ke Stasiun Kota Bogorcyang keluar rel.
Dua gerbong terguling KRL Jakarta-Bogor di Kebon Pedas, Kota Bogor. Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 10.10 WIB. Belum ada informasi soal korban.
Menurut informasi dari TKP, baru baru ada empat orang penumpang yang teridentifikasi, mereka adalah.
1.Tasya 20 th Alamat Jalan Tapolen 3 No 19 Tegal Gundil (luka ringan).
2. Nurhayati 49 th Alamat Jl Hj. Samadi Kalibata (luka ringan).
3. Santi 22 th Alamat Ciputat (luka ringan), dan 4. Yaqub 30 th, Alamat Sukabumi (luka ringan).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.