Serangan di Gereja Yordania Tewaskan 7 Orang, 27 Terluka
Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JAKARTA-- Robertus Robet, Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus aktivis sosial, ditangkap aparat kepolisian, Kamis (7/3/2019) dini hari.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, pengarang buku Manusia Politik: Subyek Radikal dan Politik Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavojiek (2010) tersebut ditangkap atas tuduhan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik alias UU ITE.
Yati Andriani, Koordinator KontraS, mengatakan Robertus Robet dibawa sejumlah polisi dari rumah yang bersangkutan, Depok, Jawa Barat. ”Dia ditangkap atas tuduhan melanggar UU ITE. Itu awalnya soal nyanyian Robertus Robet saat ikut Aksi Kamisan tanggal 28 Februari 2019,” kata Yati Andriani dalam pesan singkat, Kamis (7/3/2019).
Saat ini Robertus Robet sedang diperiksa di Mabes Polri. Dalam Aksi Kamisan, para demonstrasi para penyintas korban pelanggaran HAM, Robertus Robet sempat menyanyikan lagu parodi Mars ABRI. Lagu tersebut populer di kalangan aktivis dan selalu dinyanyikan oleh massa aksi tatkala menggulingkan rezim Orde Baru Soeharto tahun 1998.
”Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, tidak berguna, bubarkan saja, diganti Menwa [Resimen Mahasiswa], ya sama saja, lebih baik diganti Pramuka...” demikian lirik lagu parodi yang populer saat pergerakan Reformasi 98 tersebut.
Kala Aksi Kamisan 28 Februari 2019, sebelum menyanyikan lagu tersebut, Robertus Robet menuturkan agar kaum muda mengetahui lagu tersebut yang intinya menolak Dwi Fungsi ABRI.
Nyanyian dan orasi Robertus Robet itu sesuai tema Aksi Kamisan ke-576 kala itu, yakni menolak dwifungsi TNI setelah pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi – Jusuf Kalla mewacanakan menempatkan personel TNI pada lembaga-lembaga sipil.
Video yang merekam Robertus Robet menyanyikan lagu tersebut belakangan viral di media-media sosial. Robertus Robet sempat memberikan klarifikasi setelah sejumlah pihak secara serampangan menyebut lagu tersebut adalah ciptaannya dan dianggap penghinaan terhadap TNI.
“Lagu itu adalah kritik terhadap ABRI pada masa lalu, bukan TNI kekinian. Tidak pula ditujukan untuk menghina profesi serta institusi TNI,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung.
Chelsea kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur di Stamford Bridge setelah Mike Penders mencetak gol bunuh diri dan Cole Palmer dikartu merah.
Berita ekonomi sepekan mencakup evaluasi kontrak ekspor energi oleh Bahlil, target kesejahteraan nelayan, saham BUMN, gaji PNS, dan penyaluran KUR.
Prakiraan cuaca Jogja dan empat wilayah DIY pada Minggu, 25 Oktober 2026, berpotensi hujan ringan. Simak suhu dan kelembapannya.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.