Prosesi Sakral Waisak Dimulai, Air Berkah Diambil dari Umbul Jumprit
Ratusan biksu mengikuti prosesi pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Temanggung. Ritual sakral ini jadi rangkaian penting Tri Suci Waisak.
Suasana peternakan ayam petelur - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengawasan dan stabilisasi harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak setelah masih ditemukan harga jual yang berada di bawah harga acuan pemerintah. Langkah tersebut ditempuh untuk melindungi peternak rakyat dari tekanan harga sekaligus menjaga keberlanjutan industri perunggasan nasional.
Salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah adalah menunda sementara penerbitan rekomendasi usaha tertentu di sektor perunggasan hingga harga ayam hidup kembali sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar dan mencegah kerugian yang lebih besar di kalangan peternak mandiri.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, I Ketut Wirata, mengatakan pemerintah terus memperkuat langkah stabilisasi harga ayam hidup menyusul laporan masih adanya harga jual di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp19.500 per kilogram.
"Upaya ini dilakukan untuk melindungi keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan industri perunggasan nasional," kata Ketut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Ditjen PKH menggelar rapat koordinasi bersama Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia (ARPHUIN) dan para pelaku rumah potong hewan unggas (RPHU). Pertemuan itu bertujuan memperkuat komitmen seluruh mata rantai industri perunggasan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Ketut mengungkapkan pemerintah menerima laporan bahwa harga ayam hidup di sejumlah daerah masih berada jauh di bawah harga acuan.
“Informasi yang kami dapat, khususnya di Jawa Tengah, ada live bird dijual di harga Rp15.000. Kondisi ini sangat berat bagi peternak mandiri atau peternak skala kecil,” ujar Ketut.
Menurutnya, tekanan harga tersebut paling dirasakan peternak rakyat karena mereka memiliki kemampuan bertahan yang lebih terbatas dibandingkan perusahaan besar yang didukung modal kuat.
“Peternak besar mungkin masih bisa bertahan karena ditopang modal yang kuat. Tapi bagi peternak mandiri, kondisi ini bisa mempercepat proses gulung tikar,” tuturnya.
Karena itu, pemerintah meminta seluruh pelaku industri memperkuat kolaborasi dalam menjaga keseimbangan pasar, termasuk dengan memastikan pola pembelian ayam hidup tidak semakin menekan harga di tingkat peternak.
“Kami mengimbau dan mengharapkan komitmen bersama agar RPHU jangan sampai membeli ayam di bawah harga acuan yang telah disepakati,” kata dia.
Kementan Tunda Rekomendasi Usaha Perunggasan
Ketut menegaskan rumah potong hewan unggas memiliki peran strategis dalam rantai pasok perunggasan nasional karena berfungsi sebagai salah satu instrumen utama penyerapan produksi peternak serta pengendalian pasokan di pasar.
Sebagai bagian dari langkah stabilisasi harga ayam hidup, Ditjen PKH juga mengambil kebijakan pengendalian dengan menunda sementara sejumlah rekomendasi usaha di sektor perunggasan.
“Selama harga belum sesuai acuan pemerintah, seluruh rekomendasi terkait pelaku usaha terkait perunggasan di Ditjen PKH diminta untuk ditunda sementara,” kata Ketut.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, menambahkan kebijakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga harga ayam hidup tetap berada pada level yang memberikan keuntungan bagi peternak.
“Kami tadi sudah sepakat semua rekomendasi terkait perunggasan sementara kita tunda dulu sampai tercapai harga yang telah ditentukan pemerintah. Saya mohon sekali kolaborasinya untuk tidak berkontribusi dalam penurunan harga,” kata Hary.
Industri Akui Permintaan Pasar Masih Lemah
Di tengah upaya pemerintah menjaga harga ayam hidup, pelaku industri mengakui masih menghadapi tekanan akibat tingginya pasokan di pasar dan melemahnya permintaan konsumen. Kondisi tersebut turut memengaruhi dinamika harga di tingkat peternak maupun pelaku usaha pemotongan unggas.
Kementan menegaskan stabilitas harga ayam hidup menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha jutaan peternak rakyat sekaligus memastikan industri perunggasan nasional tetap sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pemerintah juga menilai sinergi antara peternak, rumah potong hewan unggas, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasar serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ketua Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia (ARPHUIN), Sigit Pambudi, mengatakan rumah potong hewan unggas tetap berupaya menyerap produksi peternak guna membantu menjaga keseimbangan pasar.
“Situasi yang kami hadapi memang sama-sama sulit. Jadi bukan sesuatu yang kemudian euforia kami mengambil untung atau mengambil kesempatan,” kata Sigit.
Menurut dia, rumah potong hewan unggas tetap menjalankan kegiatan pemotongan secara maksimal, termasuk selama masa libur panjang, guna membantu menyerap ayam hidup dari peternak.
“Meskipun tanggal merah kami tetap gaspol melakukan pemotongan untuk menyerap ayam. Jadi kalau kami menekan harga itu tidak ada,” ucap Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ratusan biksu mengikuti prosesi pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Temanggung. Ritual sakral ini jadi rangkaian penting Tri Suci Waisak.
Kemenkes mengintegrasikan skrining kanker usus dalam Program Cek Kesehatan Gratis. Sebanyak 11.000 hasil positif ditemukan dari peserta skrining.
Harga iPhone di iBox pada Mei 2026 mayoritas naik. iPhone 15 dan iPhone 17 mencatat kenaikan terbesar, sementara iPhone 14 justru turun.
Stellantis menarik 419.035 unit Jeep Grand Cherokee di AS akibat gangguan software yang berpotensi menghambat pengembangan airbag samping saat kecelakaan.
Seekor ular kobra sepanjang 1,2 meter dievakuasi dari rumah warga di Prambanan, Klaten. Polisi mengimbau warga tidak menangkap ular sendiri.
Grand Hotel De Djokja memperkenalkan wajah baru hotel yang menggabungkan kemewahan modern dengan nilai-nilai sejarah yang telah melekat sejak berdiri pada tahun