Bentrok Simpatisan Parpol: Ketua Laskar Arafat Diperiksa

Ilustrasi personel polisi - Antara/Nova Wahyudi
04 Maret 2019 19:13 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Penyidik Polres Bantul kembali memerika saksi bentrok antar-simpatisan partai politik di Simpang Tiga Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Edi Haryanto alias Yanto Gombloh, Ketua Laskar Arafat atau organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Khittah atau PPP versi Muktamar Jakarta pimpinan Humphrey Djemat, dipanggil pada Senin (4/2/2019) siang. PPP khittah bersebrangan dengan PPP pimpinan Romahurmuziy.

Yanto dimintai keterangan oleh penyidik sekitar dua jam. Puluhan orang yang hadir di depan Markas Polres Bantul. Beberapa orang ikut mengawal ke dalam Polres.

Besarnya masda membuat polisi harus menutup sementara jalan di depan Mapolres Bantul, dari Simpang Empat Gose sampai Simpang Empat Paseban, Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah polisi berseragam dan bersenjata lengkap terlihat berjaga depan Mapolres.

Hidayat Saifullah, Ketua Laskar Suara Jihad mengatakan massa yang hadir merupakan perwakilan dari 25 laskar atau organisasi sayap PPP. Mereka, kata dia, bukan hanya laskar PPP Lhittah, namun juga PPP pimpinan Romahurmuziy. “Semua ke sini untuk memberi dukungan moril [kepada Yanto Gombloh],” kata Hidayat.

Pria yang akrab disapa Kelik itu tidak banyak mengomentari soal kasus perusakan di Tembi. Dia menyerahkan sepenuhnya pada polisi.

Kelik mengatakan semua laskar sayap PPP menginginkan pemilu berjalan aman dan damai. Namun demikian, ia tidak bisa mengendalikan massa. Karena itu ia mengharapkan saat ada konvoi laskar PPP, laskar lainnya tidak ikut keluar.

“Kemarin pas PPP keluar mending yang lain enggak kelihatan dulu. Terkadang anak-anak lihat yang lain kelihatan bergerombol gimana ya?” ucap Kelik.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo Yanto diperiksa sebagai bagian dari upaya mengumpulkan keterangan untuk mencari plaku perusakan dan kekerasan di Simpang Tembi.

“Ada sekitar 20 pertanyaan yang kami tanyakan seputar peristiwa di Tembi,” kata Rudy.

Sebelumnya polisi juga memanggil pengurus Laskar Babat atau simpatisan PDIP, dan beberapa pengurus DPC PDIP ada Jumat (1/3/2019) pekan lalu.

Hingga saat ini total sudah 11 saksi yang diperiksa. Namun belum ada tersangka yang ditetapkan. Rudy mengaku masih butuh keterangan dan bukti lainnya untuk menangkap pelaku dalam peristiwa tersebut. Dalam kasus tersebut ia hanya fokus menindaklanjuti adanya laporan tindak pidana perusakan dan kekerasan sesuai Pasal 170 KUHP.

 Bentrokan dua kelompok simpatisan partai politik terjadi pada Minggu (24/2/2019) siang di Simpang Tiga Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Kelompk yang bentrok adalah Laskar Babat dan Laskar Arafat.

Bentrokan bermula dari adanya konvoi Laskar Arafat dari Jalan Parangtritis ke arah Jejeran. Namun diSimpang Tiga Tembi ada Laskar Babat yang sedang berkumpul untuk mengikuti acara di kantor DPC PDIP Bantul. Dalam bentrokan tersebut delpan motor milik kader PDIP dirusak, dan satu orang dianiaya.