Advertisement
NYIA Jadi Daya Tarik Investasi Hotel di Kulonprogo
Sri Sultan HB X (kiri) mendengarkan pemaparan progres pembangunan NYIA dalam peninjauan di lokasi bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, WATES--Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo merinci, tahun 2018 ada tujuh hotel berinvestasi di Kulonprogo. Keberadaan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) dianggap menjadi daya tarik munculnya investasi hotel di Kulonprogo.
Berdasarkan data dari DPMPT Kulonprogo total investasi yang diterima di Kulonprogo pada tahun 2018 lalu meningkat dibanding sebelumnya. Pada 2018 total investasi di Kulonprogo mencapai Rp1,6 triliun, sementara di 2017 mencapai Rp1,2 triliun.
Advertisement
Kepala DPMPT Kulonprogo Agung Kurniawan mengatakan tingkat investasi meningkat salah satunya karena adanya pembangunan Bandara NYIA. "Paling tinggi investasi di tahun lalu yaitu hotel, jumlah investasinya mencapai Rp194 miliar," kata Agung pada Rabu (27/2/2019).
Ia mengatakan pada tahun lalu, total ada tujuh hotel yang berinvestasi di Kulonprogo. Tujuh hotel tersebut juga sudah menyelesaikan proses perizinan di DPMPT Kulonprogo. "Rata-rata hotel berbintang, lokasinya hampir semua di Temon," ujar Agung.
BACA JUGA
Agung mengatakan, sebelum ada Bandara NYIA, investasi hotel di Kulonprogo tidak pernah ada hotel berbintang. "Sebelumnya rata-rata di bawah bintang tiga," katanya.
Pada tahun 2018, investasi dari Bandara NYIA dilaporkan. Total investasi dari Bandara NYIA yang sudah tercatat yaitu sebanyak Rp4,4 triliun. Menurut Agung, jumlah itu bisa bertambah lagi mengingat pembangunan Bandara NYIA masih berlangsung.
Kepala Bidang Pengawasan Data dan Informasi, DPMPT Kulonprogo, Cahyono mengatakan dengan adanya bandara, tidak hanya investasi hotel saja yang masuk, namun juga industri lainnya seperti industri yang terkait dengan kebandaraan dan perumahan.
"Logikanya, dengan adanya bandara pasti ada multiplier effect, banyak perusahaan penunjang bandara seperti perusahaan ekspedisi, cargo, ekspor impor, juga pusat perbelanjaan diperkirakan akan berinvestasi di Kulonprogo," ujar Cahyono.
Menurut Cahyono, ke depan, setelah proyek Bedah Menoreh yang menghubungkan antara Bandara NYIA dan Kawasan Wisata Borobudur jadi, investasi di sektor wisata diperkirakan akan muncul. Tidak hanya hotel untuk menunjang pariwisata, tapi juga semacam resort.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Kadin Ingatkan WFH Satu Hari Tidak Bisa Berlaku Bagi Semua Sektor
- Penumpang Kereta Api Mendominasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
- Pemerintah Menjamin Tidak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
- KONI Minta IMI Perkuat Pembinaan Atlet Balap Usai Veda Raih Podium
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement







