Orang China Punya e-KTP di Cianjur, Begini Kenyataannya

Ilustrasi - Dok
26 Februari 2019 18:50 WIB Alif Nazzala Rizqi News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri menegaskan kabar warga negara China yang punya  e-KTP di Cianjur, Jawa Barat, adalah hoaks.

“Hoaks. Itu super hoaks,” kata Hanif di Semarang seusai meresmikan gedung baru Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Semarang, Selasa (26/2/2019).

Hanif mengaku, telah mendapat laporan dan memastikan tenaga kerja asing (TKA) yang memiliki e-KTP tidak benar. Bahkan, dia menyebut jika gambar tersebut adalah hasil editan.

“Superhoaks, itu editan, jadi izin tinggalnya ada, tapi dibuat seolah-olah ada e-KTP."

Dia pun meminta masyarakat untuk mengecek kebenaran data agar tidak ikut serta merta menyebarkan hoaks dan fitnah.

“Sudahlah, jangan percaya fitnah, jangan percaya hoaks, hancur Republik ini kalau semua orang percaya hoaks."

Kabar warga negara China punya e-KTP di Cianjur jadi perbincangan hangat di media sosial. Sebuah foto e-KTP itu memperlihatkan foto wajah pria, bernama Guohui Chen dengan tempat dan tanggal lahir, Fujian, 25 Maret 1977. Dia beralamat di Jalan Selamet Perumahan Rancabali, RT 002 RW 04, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Agama, Kristen. Status pernikahan, menikah. Kewarganegaraan, China.

Perbedaannya terletak pada kolom kewarganegaraan dan masa berlaku yang tidak seumur hidup. Di kolom alamat, diketahui TKA berinisial GC tersebut tinggal di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Identitas mirip e-KTP itu dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia