Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ketua DPC PDIP Kabupaten Bantul Aryunadi (berbaju batik) menyampaikan hasil pemeriksaan dugaan penganiyaan anggota PDIP kepada awak media, Senin (25/2/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul sudah memeriksa delapan saksi dan korban dalam kasus bentrokan antarsimpatisan partai politik di Simpang Tiga Tembi, Jalan Parangtritis (Paris) Km 8,5. Namun belum ada tersangka yang ditetapkan.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo mengatakan penyidik masih butuh waktu untuk menggali keterangan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. “Sementara baru delapan saksi, termasuk pelapor yang kami mintai keterangan,” kata Rudy, Selasa (26/2/2019).
Ia tidak merinci saksi dari mana saja yang dimintai keterangan.
“Kami fokus saja ke 170 KUHP,” ujar Rudy.
Pasal 170 KUHP tersebut mengatur ancaman pidana terhadap pelaku yang berbuat kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.
“Barang bukti belum ada yang diamankan,” kata Rudy.
Bentrokan dua kelompok simpatisan partai politik terjadi pada Minggu (24/2/2019) siang di Simpang Tiga Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Dua kelompok yang terlibat keributan adalah Laskar Babat, ormas yang berafiliai dengan PDIP, melawan dan Laskar Arafat, ormas yang berafiliasi dengan PPP Khittah.
Bentrokan bermula dari konvoi Laskar Arafat dari Jalan Paris menuju Jejeran. Namun sampai Simpang Tiga Tembi ada kelompok Laskar Babat yang sedang berkumpul untuk mengikuti acara di kantor DPC PDIP Bantul. Dalam bentrokan tersebut, delapan motor milik kader PDIP dirusak, dan satu orang dianiaya.
DPC PDIP sudah melaporkn tindakan penganiayaan tersebut. Sementara Laskar Arafat membantah menyerang. Mereka mengaku akan melintas, tetapi malah diadang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.