Advertisement
Jokowi : Sekarang Tak Ada Lagi Keluhan Listrik “Byar Pet”
Teknisi memasang jaringan kelistrikan baru di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan saat ini tidak ada lagi keluhan masyarakat tentang listrik padam atau byar pet.
Presiden mengaku telah menginstruksikan kepada Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk mempercepat proyek-proyek kelistrikan agar penyediaan tenaga listrik bagi seluruh masyarakat dapat terpenuhi. Rasio elektrifikasi juga ditingkatkan menjadi 99,9% pada akhir 2019.
Advertisement
Presiden Joko Widodo mengatakan pertumbuhan listrik empat tahun ini berjalan sangat pesat dengan rasio elektrifikasi yang sudah mencapai 98,3% maka saat ini hanya tersisa 1,7% yang belum terlistriki.
"Sekarang, kalau kita ke daerah-daerah sudah tidak ada lagi yang namanya keluhan "byar pet", keluhan pemadaman, tidak ada lagi. Dulu di 2015, setiap ke provinsi, ke kabupaten, ke kota isinya keluhan mengenai listrik yang "byar pet". Listrik yang pemadaman terutama dari industri pariwisata, banyak sekali keluhan-keluhan seperti itu," ujar Presiden Joko Widodo melalui keterangan resmi, Senin (25/2/2019).
BACA JUGA
Jokowi menekankan periode saat ini sudah jauh lebih baik, tidak ada lagi keluhan-keluhan semacam itu. Pemerintah ingin membangun pembangkit listrik mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada sehingga investasi apapun ke Indonesia, listrik telah siap tersedia. "Semakin banyak pasokan listrik, ketertarikan investor untuk membangun industri nasional akan semakin banyak,"imbuh Jokowi.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menambahkan, bahwa Pemerintah akan mengupayakan rasio elektrifikasi mencapai 99,9% akhir tahun ini. Jika saat ini rasio elektrifikasi mencapai 98,3% maka menurut Jonan terdapat 1,7% atau sekitar 5.000.000 masyarakat yang masih belum mendapatkan akses listrik.
"Kita akan kejar sisa 5.000.000 saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan layanan ketenagalistrikan agar terwujud energi yang berkeadilan," ujar Jonan.
Di samping itu, salah satu upaya Kementerian ESDM dalam pemerataan akses listrik adalah dengan membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 2.519 desa yang belum berlistrik. LTSHE dibagikan pada daerah di mana pembangunan sistem jaringan transmisi dan distribusi akan memakan waktu yang panjang, memiliki tantangan konstruksi dan biaya yang besar. LTSHE menyumbang 0,12% dari rasio elektrifikasi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Arus Balik Long Weekend, 30 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Jogja
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Arsenal Tertahan Tanpa Gol di Markas Forest, Gagal Menjauh
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Kasus Leptospirosis Klaten Melejit Sepanjang 2025, 27 Warga Meninggal
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
- IAT Pastikan Tujuh Kru di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros
Advertisement
Advertisement



