Motor Koperasi Desa di Wonogiri Nyungsep, Dandim: Dugaan Rem Blong
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Seorang warga melihat kondisi mobil yang menabrak pohon dan patok jalan di Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (14/2/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Harianjogja.com, KARANGANYAR -- Kecelakaan tunggal terjadi di Jl. Jenderal Gatot Subroto, Nglande Wetan, Ngijo, Tasikmadu, sebelah barat Pasar Nglano, Karanganyar, Kamis (14/2/2019). Seorang ibu dan dua anaknya selamat setelah mobil yang dikemudikan menabrak pohon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JIBI/Solopos.com, mobil MPV warna krem berpelat nomor B 1569 FMK itu menabrak patok beton dan pohon karsen pukul 09.00 WIB.
Kanit Laka Satlantas Karanganyar, Iptu Sutarno, menjelaskan mobil MPV itu awalnya melaju dari arah timur ke barat. Saat berada di depan truk pengangkut sampah, mobil itu oleng dan menabrak pohon kersen dan patok jalan.
Sutarno mengatakan pengemudi mobil itu seorang wanita warga Kebakkramat. Ia mengemudikan mobil bersama dua orang anaknya. “Tidak ada korban luka. Sampai saat ini pengemudi belum ke kantor kami. Mobil tersebut sudah dievakuasi menggunakan truk derek,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.