Kulonprogo Genjot Investasi, Siapkan Lahan dan Perizinan
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, TRENGGALEK--Malapetaka yang menimpa tujuh pemuda terjadi setelah menggelar pesta minuman keras di wilayah Kecamatan Watulimo pada Sabtu (9/2/2019) malam. Mereka menggelar acara mabuk-mabukan untuk perayaan setelah gelaran pemilihan kepala desa serentak pada hari yang sama.
Sampai Senin (11/2/2019), korban meninggal dunia akibat overdosis minuman keras oplosanitu bertambah satu orang, sehingga total korban jiwa menjadi tiga orang. Sementara empat orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.
"Siang tadi pasien kedua yang masuk RSUD dr Soedomo akhirnya meninggal. Kondisinya terus memburuk sehingga tidak tertolong," kata Humas RSUD Dr Soedomo Trenggalek Sudjiono kepada wartawan di Trenggalek, Senin.
Korban terakhir yang meninggal dunia diidentifikasi berinisial HD. Dia merupakan saksi kunci insiden overdosis minuman keras oplosan yang melibatkan tujuh pemuda di Kecamatan Watulimo.
Sudjiono mengatakan, kondisi korban HD ketika datang ke rumah sakit relatif baik dan belum mengalami kritis. Namun, kondisinya cenderung terus menurun seusai mendapat penanganan tim medis. Setelah mendapatkan perawaran intensif, kedua korban kondisinya terus menurun dan nyawanya tidak bisa lagi diselamatkan.
"Kami sudah berusaha maksimal, namun kondisi korban terus menurun," ujarnya.
Menurut keterangan polisi, HD merupakan pengoplos minuman keras. Kematian HD membuat polisi harus bekerja lebih keras untuk mengungkap kasus tersebut.
Harapan kini mengungkap kasus itu bergantung pada kondisi empat korban yang masih dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung dan puskesmas atau klinik kesehatan di Kecamatan Watulimo.
"Ya, kasus ini masih terus kami selidiki," kata Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.