Resah Didatangi Orang yang Ingin Beli Tanah, Petani di Sragen Lapor Polisi
Para petani di wilayah Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, merasa resah didatangi orang-orang yang ingin membeli tanah mereka.
Potongan video seorang warga menghajar pembalap liar yang dikabarkan di wilayah Sragen, Jateng. (Facebook/Joeniar Andriyan Bee)
Harianjogja.com, SRAGEN -- Beredarnya viral video warga yang menghajar pelaku balap liar membuat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen kecolongan atas peristiwa yang terjadi di dekat Taman Krido Anggo, Sragen, pada Minggu (10/2/2019) dini hari tersebut. Dengan adanya peristiwa tersebut, Satlantas Polres Sragen meningkatkan patroli malam mulai pukul 20.00 WIB.
Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui wartawan di Mapolres Sragen, Senin (11/2/2019). Dani mengaku belum mendapatkan laporan tentang peristiwa itu.
Dani mengatakan Satlantas masih mencari informasi yang viral di media sosial itu. “Pada prinsipnya kami sudah melakukan patroli dengan menyiagakan satu peleton personel Satlantas. Setiap hari kami patroli mulai pukul 20.00 WIB. Saat kejadian itu, kami akui memang kami kurang maksimal di lokasi Krido Anggo sehingga adanya aksi balapan liar tidak termonitor. Ya, sudah viral di media sosial. Dengan kejadian itu, kami tempatkan personel di lokasi-lokasi yang sering dijadikan ajang nongkrong para remaja,” ujar Dani.
Dia menyebut ada sembilan orang yang ditugaskan khusus untuk patroli di sepanjang Jl. Raya Sukowati mulai dari Jembatan Garuda ke timur sampai Toserba Luwes, kemudian di ring road utara ke arah Ngrampal, dan di batas kota sebelah timur.
Pihaknya memetakan tiga lokasi itu yang sering dijadikan ajang bagi remaja untuk menyalurkan hobi balapan. “Kalau balapan liar ya bukan tetapi lebih ada kenakalan remaja yang mengarah pada mengendarai motor tanpa kelengkapan. Kami terus tingkatkan kegiatan patroli. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui hal-hal seperti itu melapor ke polisi. Adanya kelompok masyarakat yang melakukan tindakan di luar wewenang kepolisian juga segera dilaporkan ke kami. Kami siap melakukan patroli hingga penanganan,” ujarnya.
Dani menjelaskan aksi balapan di Krido Anggo itu tidak dideteksi waktunya sehingga polisi kesulitan dalam pengawasan dan pengamatannya. Peristiwa Minggu dini hari itu menjadi pembelajaran bagi Satlantas untuk memperbaiki kinerja dalam patroli di malam hari.
Sementara itu, salah satu member grup Facebook Info Cegatan Wilayah Sragen (ICWS), Dedy, mengatakan peristiwa balapan liar di wilayah Krido Anggo itu sering dilakukan pada tengah malam sampai dini hari.
Ia mengatakan peristiwa pembalap liar yang dihajar itu memang sengaja diviralkan. “Yang datang bukan hanya warga Sragen tetapi warga dari beberapa daerah juga,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Para petani di wilayah Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, merasa resah didatangi orang-orang yang ingin membeli tanah mereka.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di laga kandang terakhir. Van Gastel memuji permainan dominan timnya di babak pertama.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.