Advertisement

Meski Naik Turun, Jokowi Lebih Banyak Didukung Pemilih Muslim daripada Prabowo

Aziz Rahardyan
Kamis, 07 Februari 2019 - 18:25 WIB
Budi Cahyana
Meski Naik Turun, Jokowi Lebih Banyak Didukung Pemilih Muslim daripada Prabowo Calon Presiden dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan nomor urut pasangan calon untuk pemilihan Presiden 2019, di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Darren Whiteside

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019 cenderung stagnan. Namun, terdapat pergeseran suara di kantong pemilih muslim.

Adjie Alfaraby, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan enam kantong suara yang diukur LSI, yaitu basis suara pemilih muslim, kalangan minoritas, wong cilik, perempuan, kalangan terpelajar, dan milenial, ada kantong suara yang kondisinya justru fluktuatif.

Advertisement

Secara khusus, LSI melihat pergeseran elektabilitas di kalangan pemilih muslim yang memiliki basis suara sebesar 85,5% dari suara nasional.

"Jadi kalau dilihat secara umum, elektabiliras kedua capres cenderung stagnan, tetapi ada pergeseran di sejumlah kantong-kantong pemilih," jelas Adjie di kantor LSI, Kamis (7/2/2019).

Bagi paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, basis pemilih nuslim naik-turun tetapi stabil di kisaran 49%—53,7% sejak Agustus 2018 sampai Januari 2019. Dibandingkan dengan Prabowo, Jokowi lebih banyak mendapat dukungan dari pemilih muslim.

Adjie mengatakan tren suara Jokowi-Ma'ruf turun dari sebelumnya 52,7% pada Agustus 2018, menjadi 49,5% pada September 2018, kemudian meningkat menjadi 53,7% pada Desember 2018. Berlanjut pada November 2018 menjadi 49,0%, kemudian 50% pada Desember 2018, dan 49,5% pada Januari 2019.

Sebaliknya, suara pemilih muslim untuk Prabowo-Sandiaga memiliki kecenderungan naik. Berturut-turut dari Agustus sampai Desember 2018 sebesar 27,9%, 32,1%, 31,7%, 35,2%, 33,5%, dan kini pada Januari 2019 menjadi 35,4%. 

"Ini juga akibat dari kampanye atau framing isu yang muncul ke publik bahwa pasangan petahana tidak terlalu ramah terhadap Islam," jelas Adjie.

"Di sisi lain, misalnya sentimen Islam dikaitkan pada pasangan 02 sehingga memang terjadi kenaikan di pasangan Prabowo-Sandiaga dan ada penurunan di pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement