Sambut Bandara Baru, Sejumlah Stasiun Kereta Api Akan Direvitalisasi

Sri Sultan HB X (kiri) mendengarkan pemaparan progres pembangunan NYIA dalam peninjauan di lokasi bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
06 Februari 2019 12:40 WIB Uli Febriarni News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah stasiun kereta api akan direvitalisasi untuk menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang bakal dioperasikan pada April 2019.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 6, Eko Budiyanto menjelaskan untuk menyambut NYIA, pada prinsipnya semua stasiun yang berada di wilayah Daop 6 akan dibuat menjadi lebih bagus. Program revitalisasi stasiun itu berasal dari Direktorat Jenderal Perkeretapian, Kementerian Perhubungan. Namun revitalisasi bukan hanya khusus menyambut bandara baru, tetapi juga dilakukan bagi stasiun yang dilewati oleh KA bandara. Revitalisasi itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi angkutan orang dan barang di stasiun setempat.

"Kalau [stasiun] yang terkait NYIA langsung antara lain Stasiun Jogja atau Tugu, Stasiun Wates, Kedundang, Wojo dan Stasiun Solo Balapan. Termasuk stasiun yang dilewati KA menuju NYIA," kata Eko, Selasa (5/2).

Konsep KA bandara ini, kata Eko, menghubungkan tiga bandara. Yaitu Adisoemarmo menuju Solo Balapan, dilanjutkan Solo Balapan ke Bandara Adisutjipto, lalu ke Stasiun Jogja atau Tugu, hingga ke NYIA.

Untuk Stasiun Wojo di Purworejo revitalisasi sudah dimulai. Bangunan uang yang sebelumnya dipakai untuk kantor sudah dipindah ke bangunan lain. Revitalisasi Stasiun Wojo dilakukan mengingat stasiun itu akan dijadikan stasiun transit, selama Stasiun Kedundang belum beroperasi.

Namun, Eko belum dapat menjelaskan lebih jauh, perihal tahapan lanjut dari rencana peningkatan kapasitas Stasiun Tugu. Pasalnya, hal itu melibatkan banyak pihak, bukan hanya PT KAI. Terlebih revitalisasi stasiun adalah kewenangan Dirjen Perkeretapian.

Hanya saja pada intinya, revitalisasi stasiun dilakukan bukan hanya dalam bentuk fisik dalam mempermudah akses masyarakat yang ingin menuju ke NYIA menggunakan moda transportasi KA, melainkan juga perbaikan pelayanan. PT KAI sudah siap menyambut perubahan dan pascarevitalisasi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun operasional.

"KAI persero hanya menunggu NYIA beroperasi, untuk selanjutnya kami tinggal menyesuaikan. Kalau sekarang NYIA belum beroperasi, jadwal penerbangan juga belum ada," ujarnya.

Eko berharap dengan adanya NYIA, geliat keseharian di Kulonprogo dan sekitarnya menjadi tinggi, termasuk dari sisi operasional KA. Sehingga ada dampak positif bagi masyarakat di segala sisi.

Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengakui pengembangan Stasiun Tugu harus segera dilakukan karena Jogja harus mengantisipasi operasional NYIA dan kereta bandara. Pemkot siap membantu PT KAI dalam rangka perluasan stasiun tersebut. "Sehingga, kalau bandara [NYIA] sudah operasional harapannya sini juga enggak ketinggalan," ungkapnya.

Ia menambahkan konsep yang direncanakan dalam proyek pengembangan Stasiun Tugu adalah peningkatan daya tampung serta rencana pengembangan kawasan, baik di sisi utara maupun selatan.

Jangan sampai, ketika NYIA sudah beroperasi dan ada penumpang kereta bandara, tetapi di sini bermasalah, misal lalu lintas perkeretapian tidak tertata. Begitu pula dengan pedagang di sekitar stasiun. Namun ia memastikan, ada ruang diskusi antarberbagai pihak untuk menjalankan perencanaan tersebut.