Knalpot Blombongan Lolos ke Pengajian, Polisi Langsung Menilang

Kapolresta Kombespol Armaini memimpin langsung penertiban motor berknalpot blombongan yang dibawa peserta pengajian Harlah Ke-46 PPP PAC Kotagede di Lapangan Karang, Kotagede, Minggu (3/2/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
03 Februari 2019 15:50 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sepeda motor dengan knalpot blombongan masih lolos ke area pengajian peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-46 PPP di Lapangan Karang, Kotagede, Minggu (3/2/2019). Padahal, panitia pengajian sudah tegas melarang adanya knalpot blombongan yang sangat bising dan mengganggu kenyamanan khalayak.

Kapolres Kota Jogja Kombes Pol. Armaini langsung memantau dan memeriksa sepeda motor yang memakai knalpot blombongan. Ada empat sepeda motor yang menggunakan knalpot yang memekakkan telinga tersebut. Kapolres langsung memerintahkan sejumlah polisi untuk membawa motor tersebut ke Polsek Kotagede untuk ditilang.

“Ini masih ada yang lolos bisa masuk di sekitar lapangan. Padahal sebelumnya sudah kami cegah masuk di titik-titik tertentu,” kata Kombes Pol. Armaini.

Dia menegaskan kepolisian akan menindak pengendara yang menggunakan knalpot blombongan. Polisi tidak hanya menilang motor berknalpot blombongan, tetapi juga menyita kayu-kayu yang dibawa peserta.

“Ada yang dibawa ke Polsek. Kalau ada yang bisa menunjukkan STNK dan mengganti knalpotnya dengan yang standar, sepeda motor akan kami berikan, tetapi mereka tetap ditilang dan mengikuti proses sidang,” ujar dia.

Menurut Kapolres, kepolisian berkomitmen agar kegiatan seperti konvoi dan lainnya harus bebas knalpot blombongan. Suara dari knalpot sangat bising dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Ini harus menjadi komitmen semua, kami tidak ingin ada yang terprovokasi akibat motor berknalpot blombongan.”

Dilarang Panitia

Ribuan kader dan simpatisan PPP PAC Kotagede menggelar pengajian memperingati Harlah Ke-46 PPP di Lapangan Karang, Kotagede, Minggu ini.

Ketua Panitia Pengajian Adnan Buyung Maulana mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sejumlah simpatisan dengan tujuan untuk membangun citra positif dalam Pileg dan Pilpres 2019. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain agar pelaksanaan kampanye harus dilakukan dengan damai dan bermartabat tanpa terpengaruh dengan hoaks dan provokasi yang dapat merugikan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk melakukan konvoi tanpa menggunakan knalpot blombongan. Ini dilakukan oleh para laskar yang ada di Kotagede,” kata dia.

“Kami tidak menyebar undangan fisik secara umum. Namun laskar-laskar lain ikut meramaikan lewat media sosial. Insyaallah aman dan terkendali karena kami berkomitmen untuk kampanye damai dan simpatik.”

Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria mengatakan partainya berusaha memperbaiki citra sehingga dapat kepercayaan dari masyarakat DIY. “Kalau dulu terkenal dengan pawai knalpot blombongan, saat ini sudah jauh berkurang. Tertib lalu lintas, tidak ada insiden apapun. Ini harus terus dibangun bagaimana partai mampu menghasilkan peraturan dan basis yang baik, ini dua prinsip sehingga bisa memenangkan partai,” ujar dia.

Amin mengatakan masih adanya peserta konvoi yang menggunakan sepeda motor berknalpot blombongan menjadi pekerjaan partainya untuk memberikan pemahaman.

“Bukan berarti mereka yang masih menggunakan knalpot blombongan harus dihukum, tetapi harus terus diberikan edukasi.”