Dua Pemuda Sukoharjo Dibekuk Usai Rampas Ponsel di Sragen
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Brankas Toserba Luwes Sragen yang dibobol maling, Kamis (31/1/2019) dini hari. (Istimewa/Humas Polres Sragen)
Harianjogja.com, SRAGEN --Peristiwa pencurian dengan pemberatan terjadi Toserba Luwes Sragen Kamis (31/1/2019) dinihari. Akibat pencurian itu kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pencuri tidak hanya mengambil uang di dalam brankas tetapi juga membawa kabur sepeda motor Honda Revo inventaris Toserba Luwes Sragen.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno menjelaskan uang yang tersisa dan tidak dibawa kabur pencuri masih dalam tumpukan hingga setinggi 30 sentimeter dengan nilai ratusan juta rupiah.
“Pencuri ini mengetahui secara detail denah Toserba Luwes yang dikelola Mega Puspitasari, warga Colomadu, Karanganyar itu. Aksinya rapi, terencana, dan sudah memetakan tempat. Pencuri ini tidak kesulitan menemukan lokasi brankas. Pelaku mengambil uang dengan menggergaji brankas dengan gergaji besi,” ujarnya, Kamis (31/1/2019).
Brankas setinggi hampir 2 meter itu digergaji di bawah handel brankas merek Guardian yang berbentuk bintang segitiga tumpul seperti simbol mercy. Lubang yang digergaji berbentuk segi empat dengan ukuran 15 cm x 15 cm.
“Lubang itu cukup untuk memasukkan tangan dan mengotak-atik kunci brankas dari dalam. Pencuri kemudian keluar lewat pintu parkir di basement gedung dan kabur menggunakan sepeda motor Honda Revo. Pintu basement itu hanya bisa dibuka dari dalam,” katanya.
Harno memeriksa 16 orang saksi secara intensif sejak Kamis pagi. Para saksi di antaranya Manager Toserba Luwes Sragen Mega Puspitasari, petugas satpam, penjaga malam, penjaga gudang, dan karyawan terkait lainnya.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ternyata penjaga malamnya tertidur. Harno juga memeriksa kamera closed circuit television (CCTV) di semua sudut.
“Sayangnya kamera CCTV itu terkoneksi ke jaringan lampu. Kalau lampu padam maka kamera ikut padam. Itu menjadi kelemahannya,” ujarnya.
Harno menyampaikan uang yang diambil pelaku dari pecahan Rp100, Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, hingga Rp100.000. Uang-uang itu merupakan hasil dari transaksi jual beli dari Toserba Luwes Sragen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Dua pemuda dibekuk aparat Polsek Sambungmacan bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen, Kamis (8/9/2022) sore.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.