Sound Horeg Makin Populer, Ini Polemik dan Aturan Penggunaannya
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.
Salah seorang pengunjung sedang berfoto di hamparan ladang jagung di bukit teletubbies di Dusun Candi, Giring, Paliyan, Gunungkidul, Selasa (8/1/2019)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan industri pariwisata Indonesia. Belum lama ini, Big 7 Travel menempatkan Indonesia pada posisi ke-4 sebagai tempat atau negara paling instagramable di dunia. Penilaian situs berita ini tentu bukan tanpa alasan, tetapi melalui survei dan riset ke lapangan.
Sesuai daftar yang dirilis Big 7 Travel, posisi pertama ditempati Australia dengan nilai 89,98%. Disusul posisi kedua Hong Kong 86,99%, kemudian Kanada 82,84%, dan Indonesia 81,10%.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penilaian instagramable merujuk kepada destinasi dengan pemandangan indah dan menarik, yang dapat diabadikan dengan kamera. Kemudian diunggah ke media sosial khususnya Instagram, dan mendapat respons positif dari netizen.
“Secara garis besar, penilaian kemungkinan berdasarkan daya tarik visual, popularitas di Instagram, dan minimal ada tujuh tempat dengan jaminan mendapatkan foto yang sangat bagus. Yang pasti, 10 destinasi yang dipilih mempunyai karakter yang sangat kuat,” ujar Menpar Arief Yahya, Kamis (24/1/2019).
Lebih lanjut, Arief mengatakan, ia mengaku bangga dan bersyukur dengan pencapaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan kerja keras semua pihak, termasuk masyarakat dan generasi milenial yang secara tidak langsung telah membantu mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia melalui unggahan Instagram.
“Saat ini dunia sudah sangat digital. Karena itu, harus pula ada transformasi digital. Untuk promosi pariwisata, kita pakai media digital sampai 70 persen. Dua alasan utama yaitu karena customer kita sebagian besar adalah milenial. Harus diakui, effectiveness media digital empat kali lebih besar dari media konvensional,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, lahirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) juga dinilai sangat berperan dalam mengemas destinasi digital yang tersebar di berbagai daerah. Di tangan mereka, sebagian tempat wisata lahir dengan spot-spot kekinian yang kemudian dikenal dengan istilah instagramable.
“Spot-spot menarik, baik yang terbentuk secara alami maupun yang sengaja dibuat oleh pengelola, memang berpengaruh besar dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia. Saya yakin, masuknya Indonesia dalam 10 besar negara paling instagramable versi Big 7 Travel akan membuat semua pihak semakin terpacu untuk kemajuan pariwisata Indonesia,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.