Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti (memakai jaket) saat mengunjungi rumah penyerang PS Mojokerto Putra Krisna Adi, Rabu (9/1/2018) siang / Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja, SURABAYA - Tim Penyidik Satgas Antimafia Bola memeriksa pemilik club PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (24/1/2019). Pemeriksaan dilakukan diduga terkait kasus pengaturan skor liga 2.
Harianjogja, SURABAYA - Tim Penyidik Satgas Antimafia Bola memeriksa pemilik club PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (24/1/2019). Pemeriksaan dilakukan diduga terkait kasus pengaturan skor liga 2.
Vigit sendiri dijemput dari lapas kelas II B Sidoarjo ke Mapolda Jatim tadi pagi. Mengingat saat ini Vigit sedang ditahan di lapas karena tersandung kasus dugaan korupsi PDAM Sidoarjo.
Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti, mengatakan publik harus tahu jika pengusutan terhadap kasus pengaturan skor berjalan terus. Pihaknya berusaha menemukan sesuatu dalam rangka mengungkap jaringan yang merusak sepak bola.
"Kami koordinasi dengan Kemenkumham karena Vigit juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi PDAM Sidoarjo dan menjalani penahanan," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya meminta agar Vigit diperiksa di Polda Jatim. Sementara materi pemeriksaan, pihaknya belum bisa menjelaskan dengan detail. Namun yang pasti pihaknya sudah mempunyai banyak data untuk membongkar mafia bola.
"Ini pengembangan dari Dwi Irianto bukan cuma Mojokerto dan lain lainnya banyak, ada banyaklah, VW dulu," katanya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, membenarkan adanya kedatangan seorang tersangka atas kasus pengaturan skor. Saat ini sedang dilangsungkan pemeriksaan.
"Wasatgas Brigjen Pol Khrisna Murti ke Polda Jatim hari ini untuk koordinasi dalam rangka Satgas Mafia Bola yang ramai diperbincangkan," ujarnya.
Vigit sendiri dijemput dari lapas kelas II B Sidoarjo ke Mapolda Jatim tadi pagi. Mengingat saat ini Vigit sedang ditahan di lapas karena tersandung kasus dugaan korupsi PDAM Sidoarjo.
Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti, mengatakan publik harus tahu jika pengusutan terhadap kasus pengaturan skor berjalan terus. Pihaknya berusaha menemukan sesuatu dalam rangka mengungkap jaringan yang merusak sepak bola.
"Kami koordinasi dengan Kemenkumham karena Vigit juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi PDAM Sidoarjo dan menjalani penahanan," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya meminta agar Vigit diperiksa di Polda Jatim. Sementara materi pemeriksaan, pihaknya belum bisa menjelaskan dengan detail. Namun yang pasti pihaknya sudah mempunyai banyak data untuk membongkar mafia bola.
"Ini pengembangan dari Dwi Irianto bukan cuma Mojokerto dan lain lainnya banyak, ada banyaklah, VW dulu," katanya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, membenarkan adanya kedatangan seorang tersangka atas kasus pengaturan skor. Saat ini sedang dilangsungkan pemeriksaan.
"Wasatgas Brigjen Pol Khrisna Murti ke Polda Jatim hari ini untuk koordinasi dalam rangka Satgas Mafia Bola yang ramai diperbincangkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.