Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Debat perdana Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan Umum 2019 akan digelar kamis (17/1/2019) malam.
Pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar memetakan empat skenario debat capres - cawapres khusus tema Hak Asasi Manusia . Menurutnya debat capres - cawapres saat membicarakan tema itu hanya akan berjalan secara normatif.
Haris memprediksi ada empat kemungkinan yang akan terjadi selama debat berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2019) malam nanti. Mulanya masing-masing pasangan calon (paslon) akan terlihat \'baik-baik\' saat melemparkan pertanyaan dengan contoh kasus yang terkait dengan HAM .
"Karena khawatir akan diserang balik dengan catatan pelanggaran HAM yang dilakukannya," kata Haris dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/1/2019).
Setelah itu salah satu paslon mulai berani \'nakal\' dengan melemparkan contoh kasus pelanggaran HAM kepada lawannya. Prediksi Haris, paslon nomor urut 01 yakni Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin akan menyerang Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga dengan pelanggaran HAM masa lalu yang sering dilemparkan kepada Prabowo.
Sementara kebalikannya, paslon nomor urut 02 akan menyerang paslon nomor urut 01 dengan lambannya penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
"Plus, akan mempertanyakan kenapa 01 selama berkuasa, tidak selesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, yang bukan hanya kasus Penghilangan orang secara paksa tapi juga kasus Trisakti Semanggi, Talangsari dan lain-lain," ujarnya.
Bagian adalah bagian paling mungkin muncul atau terjadi; mengingat waktu atau sesinya terbatas karena ada tema lain; akan bersuara lantang menggambarkan konsep HAM menurut versi yang mereka nyaman, atau tema hak spesifik-spesifik saja yang sesuai gaya masing-masing Paslon.
Selanjutnya, mengingat waktu penyampaian debat masing-masing paslon sangat terbatas, nantinya mereka akan menjelaskan konsep HAM menurut versi masing-masing. Akan tetapi karena terburu-buru terkadang mereka seringkali menyampaikannya dengan konsep yang salah.
"Namun, masing-masing berpotensi salah konsep soal HAM yang cenderung menempatkan HAM bertentangan dengan nasionalisme, agama, dan tidak boleh bertentangan dengan agenda pemerintah/rejimnya jika berkuasa. Pada bagian ini akan berpotensi muncul banyak slogan dan intonasi yang tinggi," tuturnya.
Dan yang terakhir masing-masing paslon akan melemparkan janji-janji terkait dengan masalah-masalah HAM. Namun, belajar dari debat-debat sebelumnya, sesi ini masing-masing paslon biasanya memberikan sejumlah kejutan.
"Apa tujuannya? Kita tidak tahu. Akan tetapi setidaknya hal itu bisa dilihat sebagai “surprise.. surprise”," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.