Bandara Ikut Terkena Dampak Shutdown Terlama di AS

Ilustrasi - Reuters/Joshua Roberts
14 Januari 2019 11:17 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Penutupan sebagian layanan pemerintahan atau partial government shutdown di Amerika Serikat (AS) yang sudah berlangsung selama 24 hari berdampak pada ditutupnya pos pemeriksaan keamanan di bandara utama di Houston AS.

Dilansir Bloomberg, pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di Terminal B bandara tersebut ditutup pada Minggu (13/1/2019) pukul 3.30 malam waktu setempat karena masalah kepegawaian terkait dengan penutupan. Konter tiket di bandara tersebut juga ditutup. Hal tersebut disampaikan George Bush Intercontinental Airport dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 800.000 pekerja federal untuk pertama kalinya tidak menerima upah mereka akibat shutdown yang dimulai pada 22 Desember 2018.

Miami International Airport pekan lalu mengatakan kepada para penumpang untuk tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum penerbangan domestik. Hal ini dikarenakan ketidakpastian akibat masalah pendanaan federal ini.

Sampai Minggu (13/1/2019) waktu setempat, goverment shutdown sudah memasuki hari ke-23 dan menjadi periode shutdown terlama dalam sejarah AS. Rekor government shutdown terlama sebelumnya terjadi pada masa pemerintahan Bill Clinton yang berlangsung selama 21 hari.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan penutupan pemerintahan sementara ini kepada Partai Demokrat, yang menolak meloloskan anggaran pembangunan tembok pembatas di perbatasan dengan Meksiko. Nilai anggaran yang diajukan mencapai US$5,7 miliar.

Reuters melansir Minggu (13/1/2019), Presiden AS Donald Trump mendesak Partai Demokrat untuk kembali bekerja.

“Partai Demokrat harus segera kembali ke Washington dan bekerja untuk mengakhiri shutdown, sembari di saat yang sama mengakhiri krisis kemanusiaan mengerikan di perbatasan Selatan. Saya menunggu kalian di Gedung Putih!” tulisnya dalam akun Twitter resminya.

Shutdown ini membuat sekitar 800.000 pegawai pemerintah tidak mendapatkan upah mereka. Sebagian dirumahkan sementara, sedangkan sebagian lainnya tetap bekerja tapi tidak dibayar.

Pegawai federal yang terdampak termasuk petugas Air Traffic Controllers (ATC) dan keamanan bandara. Bahkan, Miami International Airport menyatakan akan menutup salah satu terminalnya dalam beberapa hari ke depan karena kekurangan pegawai keamanan.

Banyak dari para pegawai ini yang memutuskan menjual sebagian barangnya atau meminta bantuan dari warganet untuk membantu mereka membayar tagihan.

Trump sebelumnya mempertimbangkan untuk mengumumkan deklarasi status darurat yang akan mengakhiri penutupan pemerintah ini dan memungkinkannya mendapat pendanaan untuk membangun tembok di perbatasan. Pembangunan tembok ini merupakan salah satu poin kampanyenya yang paling utama pada Pilpres 2016.

Sementara itu, Partai Demokrat telah meloloskan sejumlah aturan di DPR untuk membuka kembali pemerintahan tanpa memberikan pendanaan untuk tembok tersebut. Tetapi, regulasi itu tak diacuhkan oleh Senat AS yang dikontrol oleh Partai Republik.

Sumber : Bisnis.com