Pengendara Ojol Gunakan GPS di Pinggir Jalan, Menhub: Perlu Disediakan Shelter

Ilustrasi taksi online. - JIBI/Nicolous Irawan
06 Januari 2019 06:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, DEPOK - Penggunaan Global Positioning System (GPS) oleh pengemudi ojek online di pinggir jalan ternyata tidak diperbolehkan.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengomentari maraknya driver ojek online (ojol) yang menggunakan handphone (HP) untuk mengambil orderan atau memakai Global Positioning System (GPS) agar tak nyasar. Padahal, itu dapat memicu kecelakaan dan membahayakan pengendara lain.

"Pasti gak boleh menggunakan GPS di pinggir jalan," tegas Budi Karya di Depok, Sabtu (5/1/2019).

Selain itu, menurut dia banyaknya driver ojol yang masih melanggar aturan dengan mangkal di pinggir jalan disebabkan belum lancarnya komunikasi dan sosialisasi antara driver dengan pihak operator. Budi Karya juga menjelaskan, jika komunikasi tersebut dilakukan ada kemungkinan para driver ojol akan mengerti dan tidak akan mangkal di tepi jalan.

"Kita harus komunikasi terus, kalau ini sering dikomunikasikan lama-lama pengemudi ojol juga akan mengerti yang penting kominikasi. Sekarang ini komunikasinya belum lancar," kata dia.

Budi Karya menuturkan, untuk mengatasi permasalahan driver ojol yang kerap mangkal di tepi jalan dan mengakibatkan kemacetan serta kecelakaan tentunya perlu disedikan shelter khusus bagi mereka. "Shelter akan terus dilakukan karena sebaiknya memang harus pakai shelter," pungkasnya.

Perlu diketahui, maraknya driver ojol yang menggunakan HP di jalan raya membahayakan pengendara lain dan dapat memicu terjadinya kecelakaan. Selain itu, kemacetan pun tak terelakkan ketika para driver ojol mangkal di lokasi-lokasi strategis untuk mengangkut penumpang, misal stasiun atau perkantoran.

Sumber : Okezone.com