Advertisement
Menyakralkan Pilpres Dinilai Hanya Memicu Perpecahan Masyarakat
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc). - JIBI/doc
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Masyarakat diharapkan tak menyakralkan pilpres karena dianggap dapat memicu perpecahan.
Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Soenaryo berpendapat menyakralkan Pemilu Presiden RI berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.
Advertisement
Prasetyo di Jakarta, Jumat (28/12/2018), mengatakan pilpres yang disakralkan sebagai persoalan hidup dan mati akan mengarah pada polarisasi dan perpecahan di tengah masyarakat hanya karena berbeda dukungan.
Ia berharap masyarakat secara dewasa menyikapi perbedaan yang ada. Beda itu agar hanya terjadi di ruang pemilihan area kotak suara saja saat pemungutan suara berlangsung.
BACA JUGA
Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari, kata dia, pergaulan agar biasa saja tidak perlu bermusuhan hanya karena beda pilihan saat pilpres.
"Pilpres sebagai sesuatu yang biasa, rutinitas setiap 5 tahun sehingga tidak menimbulkan polarisasi. Jadi, silakan saja mau dukung si A atau si B," katanya.
Terkait dengan pemilu anggota legislatif, Prasetyo berharap masyarakat jeli dalam menelisik program yang ditawarkan para calon. Jangan terjebak pada pribadi calon tetapi program yang diusung tidak jelas.
"Jadi, program apa yang ditawarkannya calon tersebut dan bukan siapa dia dan apa latar-belakangnya karena itu sudah bagian seleksi partai politik yang mengusungnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Van Gastel: PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
Advertisement
Advertisement








