Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Spanduk larangan perayaan tahun baru di Malang, Jawa Timur/Okezone.com-Avirista Midaada
Harianjogja.com, KOTA MALANG - Spanduk bermuatan larangan perayaan Tahun batu beredar di media sosial.
Jagat media sosial kembali heboh dengan viralnya spanduk larangan perayaan tahun baru yang terpasang di Jalan Bareng Tengah V, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Spanduk bertuliskan \'Kita Muslim 1 Muharam Bukan 1 Januari, Meniup Terompet Budaya Orang Yahudi, Merayakan Malam Tahun Baru Ajaran Orang Nasrani, dan Menyalakan Api Budaya Majusi\' viral lantaran dianggap provokatif dan menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Spanduk tersebut sempat terpasang sehari, sebelum akhirnya diturunkan oleh warga dan pihak perangkat kelurahan.
Meski demikian spanduk tersebut sudah terlanjur viral di media sosial. Bahkan, sebuah akun Instagram @mBarengBerhijrah @Realmasjidalamien yang diduga menjadi pemasang spanduk tersebut juga memasang tulisan tersebut di Instagramnya.
Melalui akun @mBarengBerhijrah, dengan jelas mengajak masyarakat Kota Malang untuk tidak merayakan tahun baru dan mengingatkan tahun baru umat Islam adalah 1 Muharam bukan 1 Januari.
Wali Kota Malang Sutiaji membenarkan adanya kejadian tersebut dan sudah memerintahkan jajaran Satpol PP dan kelurahan untuk melepasnya bila ditemukan spanduk serupa di daerah lainnya.
"Sudah diturunkan. Sudah saya instrusikan Satpol PP untuk turunkan kalau ada di daerah lain," ujar Sutiaji ditemui okezone-jaringan Harianjogja.com di Balai Kota Malang, Jumat (28/12/2018) sore.
Ia juga menyebut spanduk larangan merayakan Tahun Baru itu mengarah ke paham radikalisme dan dipasang oleh segelintir orang yang tak bertanggung jawab.
"Saya kira itu satu dua saja. Jadi, Insya Allah tidak akan terjadi. Itu pemahaman orang per orang saja. Tetap kita waspada tentang radikalisme. Itu mengarah ke sana [radikalisme]," bebernya.
Namun, Sutiaji berpesan kepada warga Kota Malang untuk tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi oleh pihak - pihak yang tak bertanggung jawab.
"Jangan sampai benih - benih itu muncul terus. Itu kepercayaan masing - masing. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Kita keliling terus per kelurahan, per kecamatan, tokoh - tokoh masyarakat per kecamatan kita undang supaya tidak ada radikalisme itu," terangnya.
Di sisi lain, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri belum mengetahui adanya spanduk larangan perayaan tahun baru yang terkesan provokatif ini. "Saya belum tahu baru dengar ini. Tapi saya minta masyarakat Kota Malang untuk tak terpancing. Kita hargai dan kita jaga situasi Kota Malang yang aman ini," pungkas Asfuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
BYD menarik kembali 32.009 unit Shark 6 di Australia karena kabel penyangga ban serep berisiko aus dan putus hingga membuat ban terlepas.
Indonesia meraih emas bulu tangkis beregu putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan China 3-2. Jonatan Christie jadi sorotan usai tiga kali kalah.
Berikut proyeksi ranking FIFA Indonesia jika menang, imbang, atau kalah dari Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026
Mercedes-Benz memperingatkan dua pabrik di Jerman bisa ditutup jika biaya produksi tak ditekan. Perusahaan belum menyebut lokasi yang terancam.