Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Paling Murah Rp587.000
Harga emas Antam 24 karat hari ini, Sabtu (5/8/2023) naik Rp5.000 per gram. Harga termurah dihargai Rp587.000 untuk ukuran 0,5 gram.
Ilustrasi hukuman gantung/ibtimes
Harianjogja.com, JAKARTA-- Belasan orang dieksekusi mati di Jepang sepanjang tahun ini.
Jepang menghukum mati dua terpidana kasus pembunuhan keji pada Kamis (27/12/2018). Pelaksanaan hukuman terhadap dua orang tersebut menjadi yang ke-15 sepanjang 2018 atau yang terbanyak sejak 1993.
Menteri Kehakiman Jepang Takashi Yamashita mengumumkan eksekusi mati dilakukan terhadap Keizo Okamoto (60), mantan yakuza dan Hiroya Suemori (67) yang pernah menjadi penasehat investasi. Mereka menjalani hukum gantung di Pusat Detensi Osaka.
Keduanya didakwa hukuman mati pada 2004 atas kasus penipuan, penculikan, dan pembunuhan seorang presiden perusahaan investasi beserta salah satu karyawannya. Mereka juga terbukti melakukan usaha penipuan terhadap perusahaan pialang saham.
Dua korban pembunuhan adalah Kazuo Kengaku (43), presiden perusahaan saham Cosmo Research Corp dan karyawannya Hiroyuki Watanabe (23). Mereka dibunuh pada 29 Januari 1988 setelah uang senilai 100 juta yen (Rp131,5 miliar) raib diambil para pembunuh.
Menteri Yamashita mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut adalah aksi yang sangat keji dan mengatakan para pelaku melakukannya dengan alasan yang egois.
"Kejahatan ini tak hanya berdampak pada korban, namun juga pada keluarga yang masih hidup. Mereka sangat keji dan mengguncang negeri ini," kata Yamashita sebagaimana diberitakan The Japan Times.
15 eksekusi pada 2018 menyamai rekor jumlah eksekusi pada 2008, terbanyak sejak Jepang kembali memberlakukan hukuman mati pada 1993. Dengan pelaksanaan hukuman mati Kamis ini, total terdapat 36 hukuman mati sepanjang kepemimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Jepang merupakan salah satu negara maju yang masih mempertahankan hukuman mati. Menanggapi kritik internasional supaya Jepang menghapus hukuman matinya, Yamashita menilai hal tersebut tidaklah tepat karena Jepang membutuhkan hukuman itu.
"Dalam kasus kriminal yang berdampak pada banyak orang atau aksi kriminal yang sangat keji, hukuman mati masih diperlukan," kata Yamashita.
Dari dalam negeri, kritik datang dari Amnesti Internasional Jepang. Hukuman mati pada dua terdakwa itu hanya berselang lima bulan dari eksekusi 13 orang anggota sekte Aum Shinrikyo.
"Kami menyayangkan hukuman gantung yang hanya berselang lima bulan terhadap 13 pengikut Aum," kata Direktur Amnesti Internasional Jepang Hideaki Nakagawa.
Ia juga menyebut eksekusi terhadap Okamoto bermasalah karena ia mengajukan peninjauan kembali dan tengah menunggu putusan.
"Seluruh dunia kini berusaha menghapus hukuman mati, namun Jepang melakukan sebaliknya," kata Nakagawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Japan Times
Harga emas Antam 24 karat hari ini, Sabtu (5/8/2023) naik Rp5.000 per gram. Harga termurah dihargai Rp587.000 untuk ukuran 0,5 gram.
Temuan cacing hati pada hewan kurban di Bantul capai 493 kasus. DKPP pastikan daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.
SIM keliling Jogja 30 Mei 2026 hadir di Alun-Alun Kidul, drive thru, dan layanan malam. Cek jadwal dan syaratnya.
Pemadaman listrik Gunungkidul 30 Mei 2026 terjadi pukul 10.00–13.00 WIB. Cek wilayah terdampak dan jadwal lengkap PLN.
Timnas U19 Indonesia rilis 23 pemain untuk Piala AFF 2026 di Sumut. Simak daftar lengkap dan jadwal pertandingan Grup A.
Rangkuman Top 10 News Jogja hari ini: HUT Jogja, SIM scan wajah, BBM aman, wisata, hingga Piala Dunia 2026.