Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Kubu Jokowi mengkritik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal data ekonomi.
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah meminta calon presiden Prabowo Subianto untuk melontarkan kritik berdasarkan data. Seperti menyebutkan jika perekonomian bangsa Indonesia saat ini sedang buruk, padahal menurutnya tidak sama sekali.
“Prabowo sering mengatakan perekonomian Indonesia sekarang ini buruk, di mana pernyataan tersebut tidak disertai data-data yang akurat dan shahih,” ujar Inas kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).
“Karena siapa pun Presiden di Indonesia maka ketika menyusun nota keuangan dan RAPBN akan menggunakan data yang bersumber dari BPS sebagai acuan perhitungannya,” tegas Inas.
Inas pun menepis argumen Prabowo yang selalu menyebutkan jika ekonomi di kepemimpinan Jokowi lemah. Padahal indikator yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia di era Jokowi bergairah dan lebih baik daripada pemerintahan periode sebelumnya.
Seperti rasio wirausaha, tahun 2014 hanya 1,55%, naik di tahun 2018 menjadi 7.00%, sedangkan standar internasional mematok 2%. Lalu kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2014 hanya 1,71% tapi pada tahun 2018 naik menjadi 4,48%
“Index pembangunan manusia [IPM] pada tahun 2014 hanya 68.90% kemudian naik pada tahun 2017 menjadi 70.81%,” beber Inas.
Tidak sampai di situ, Inas menyebutkan jika pengangguran dari persentase total tenaga kerja pada tahun 2014 sebesar 5.94%, kemudian turun pada bulan febuari 2018 menjadi 5.13%. Hingga Angka kemiskinan pada tahun 2014 sebesar 10.96%, untuk pertama kalinya sejak republik ini berdiri turun ke single dijit pada 2018 menjadi 9.82%
Hingga PDB Indonesia menduduki ranking 16 dunia dan terbesar di asia tenggara dimana pada tahun 2014 sebesar USD. 891 milyar, dan pada tahun 2017 naik signifikan menjadi USD. 1.016 triliun dan pertumbuhan ekonomi terus turun sejak 2010 s/d 2014 di angka 5.02%, kemudian mulai membaik, dan di tahun 2017 sudah naik kembali menjadi 5.07%
Oleh sebab itu, bergairahnya perekonomian tidak saja terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merambah sampai ke desa-desa yang disebabkan adanya pertumbuhan BUMDES yang telah mencapai 40 ribu.
"Sehingga mampu menekan urbanisasi ke DKI Jaya yang turun drastis pada tahun 2018. Jadi keberhasilan Jokowi bukan saja di sektor infrastruktur tapi juga disektor perekonomian rakyat semesta," tukas Inas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Megawati Hangestri berpeluang debut bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026 pada 14 Oktober melawan Hi Pass. Simak jadwal lengkapnya.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menyelenggarakan Customer Day 2026 pada 3–6 September 2026
Barcelona mencatat rekor pendapatan lebih dari 1 miliar euro pada musim 2025/2026. Spotify Camp Nou, sponsor, dan merchandise menjadi penopang utama.
Harga emas Pegadaian Jumat 4 September 2026 bervariasi. Antam 1 gram Rp2,679 juta, Galeri24 Rp2,594 juta dan UBS Rp2,629 juta.
Astra Honda Racing Team (AHRT) siap melanjutkan persaingan pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang