Hasil Survei, Jokowi Ma'ruf Menang di NU, Prabowo-Sandi Menang di Muhammadiyah

Calon Presiden dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan nomor urut pasangan calon untuk pemilihan Presiden 2019, di kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Darren Whiteside
28 November 2018 05:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Lembaga survei politik Median melakukan survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2019. Hasilnya Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin memeroleh banyak suara pendukung dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Sementara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno banyak didukung oleh publik yang berafilisasi dengan Muhammadiyah.

Saat melakukan survei terhadap 1.200 orang responden, sebanyak 47,6% responden kalangan Nahdliyin memilih Jokowi – Maruf Amin.

Hanya 36,4% responden kalangan NU yang mendukung Prabowo – Sandiaga Uno. Sementara 16% responden sisanya belum menentukan pilihan.

Sedangkan dari responden kalangan Muhammadiyah, 62% di antaranya memilih Prabowo – Sandiaga Uno. Hanya 23% responden kalangan Muhammadiyah memilih Jokowi – Maruf Amin.

“Dari segi persentase, warga Muhammadiyah lebih mutlak memilih Prabowo – Sandiaga Uno. Sementara Nahdliyin, Jokowi dan Prabowo masih bersaing,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di rumah makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Ia menuturkan, survei itu mengiaskan tim sukses Jokowi – Maruf Amin kurang menampilkan figur Nahdliyin selain Maruf Amin guna meraup lebih banyak suara.

"Ini tentu menjadi semacam sinyal data ini buat timses jokowi bahwa mereka harus lebih menggiatkan timsesnya untuk datang ke basis-basis (NU),” kata Rico.

Hal berbeda terlihat di sisi Prabowo – Sandiaga. Rico menganggap kubu paslon nomor dua ini berhasil mengamankan suara di basis massa Muhammadiyah.

Untuk diketahui, Median melakukan survei terhadap 1.200 responden dengan metode sampel acak bertingkat pada tanggal 4 November sampai 16 november 2018. Mereka mengklaim ambang batas kesalahan survei 2,9% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Sumber : Suara.com