Advertisement
Situs Belanja Mataharimall.com Gulung Tikar
CEO Matahari Mall.com Hadi Wenas (kedua kiri) berpose dengan Head of Organic Marketing Chaya Kusuma, di Jakarta, Rabu (15/11). - JIBI/Endang Muchtar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Platform belanja daring, Mataharimall.com, mundur dari peta persaingan dagang-el Indonesia.
Perusahaan itu melebur ke dalam unit bisnis dagang-el milik PT Matahari Department Store Tbk. yang bernama Matahari.com.
Advertisement
Langkah strategis tersebut dilakukan usai Matahari Department Store meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya di dalam MatahariMall. Per akhir tahun lalu, Matahari Department Store memegang kepemilikan saham sebesar 16% di MatahariMall.
CEO MatahariMall.com Hadi Wenas mengatakan, sejak terlahir pada 2015, perusahaan selalu menempatkan konsumen sebagai prioritas.
Dia meyakini perusahaan dapat melayani konsumen dengan lebih baik jika bernaung dalam satu merek yang sama dengan Matahari Department Store.
Dia mengungkapkan opsi tersebut dapat memaksimalkan upaya perusahaan dalam mengembangkan layanan online-to-offline (O2O) berbekal dukungan jaringan gerai ritel Matahari.
Hadi mengungkapkan Matahari.com mengadopsi teknologi yang dipergunakan MatahariMall.com untuk meningkatkan pengalaman belanja konsumen ritel produk fesyen di dalam negeri.
"Ini merupakan sebuah perkembangan strategis untuk memaksimalkan pengalaman omni-channel konsumen. Dengan begitu, konsumen Indonesia memilki lebih banyak pilihan untuk berbelanja barang fesyen tanpa batas baik di online maupun offline," ujarnya kepada Bisnis.com jaringan Harianjogja.com, Selasa (20/11).
PT Matahari Department Store Tbk. merupakan salah satu anak usaha Lippo Group di bisnis ritel. Sebanyak 17,5% saham perusahaan tersebut dimiliki oleh PT Multipolar Tbk, sedangkan sisanya sebesar 82,5% merupakan komposisi saham publik.
“Kami selalu bekerja demi pengalaman berbelanja konsumen yang lebih baik. Itu sebabnya kami ingin menghadirkan layanan O2O di seluruh Indonesia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Block Inc PHK 4.000 Karyawan, Jack Dorsey Genjot AI
- Sony Reboot Spider-Man Universe Seusai Spin-off Gagal
- Malam Ini, Popsivo Polwan Hadapi Laga Hidup Mati di Proliga
- Netflix Batal Bersaing, Paramount Dekati Warner
- Kasus TBC Malaysia 2026 Naik, Sabah Tertinggi
- Janice Tjen Tembus Semifinal Merida Open 2026
- Pakar PAUD Ingatkan Risiko Anak Dipaksa Belajar Terlalu Dini
Advertisement
Advertisement






