Gara-Gara SBY Curhat, Kubu Jokowi Sebut Koalisi Prabowo-Sandiaga Retak Parah

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam. - Suara.com/Oke Dwi Atmaja
16 November 2018 15:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Keretakan di dalam koalisi partai kubu Prabowo-Sandiaga dinilai sudah parah oleh kubu Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencurahkan kegelisahan hati dan partainya di akun Twitter. SBY mengeluhkan soal Partai Gerindra yang memaksanya untuk mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga mengeluh karena belum melihat jabaran visi dan misi Prabowo-Sandiaga.

Menanggapi cuitan itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding melihat adanya keretakan yang sudah sangat parah di Koalisi Indonesia Adil Makmur.

"Kalau melihat tweet yang disampaikan Pak SBY, itu artinya dosis keretakan Koalisi Adil Makmur itu sudah dikatakan sudah sangat berbahaya dan parah," ujar Karding saat dihubungi Okezone-jaringan Harianjogja.com, Jumat (16/11/2018).

"Kalau tweet semacam itu disampaikan oleh pucuk pimpinan tertinggi dan tokohnya Demokrat artinya saya menduga sudah dosis yang luar biasa," imbuhnya.

Meski begitu, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak mau menanggapi secara berlebihan adanya keretakan di koalisi sebelah. Namun, ia melihat sejak awal koalisi yang digawangi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat itu sudah bermasalah.

"Ya adanya istilah mahar jenderal kardus dan seterusnya sebenarnya itu adalah tanda-tanda yang kedua, diperparah oleh ketidakcanggihan Gerindra yang sesungguhnya cukup dengan dicalonkannnya Pak Prabowo itu sudah dahsyat," pungkas Karding.

Sumber : Okezone.com