Kejaksaan Bidik Jual Beli Titik dan Markup 117 Dapur MBG di Sragen
Kejari Sragen menginventarisasi 117 dapur MBG dan menelusuri dugaan mark-up serta praktik jual beli lokasi dalam pelaksanaan program.
Petani membajak kembali sawahnya yang rusak diterjang air hujan di Dukuh Grembyuk, Desa Brojol, Miri, Sragen, Kamis (15/11/2018). (Solopos-Tri Rahayu)
Harianjogja.com, SRAGEN -- Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen, tidak hanya mengakibatkan tanggul embung Grembyuk ambrol tetapi juga merusak tanaman padi yang umurnya kurang dari dua pekan.
Pemerintah Desa Brojol mencatat ada 200 hektare sawah yang terkena dampak hujan deras dan angin tersebut dengan kerugian petani diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen, Agus Tanto, saat ditemui wartawan di Kantor Desa Brojol, Miri, Sragen, Kamis (15/11/2018).
Agus menyampaikan air hujan itu seperti banjir bandang di areal persawahan yang merusak pematang dan tanggul saluran irigasi. Banyak tanaman padi yang habis tanam, kata dia, rusak dan habis terbawa arus atau tertutup lumpur.
“Petani rugi akibat musibah tersebut. Luas areal sawah yang terdampak ada 200 hektare dari total 230 hektare sawah di Brojol," jelas dia.
Selain itu, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di wilayah Brojol. Ada satu pohon yang menimpa rumah warga di Dukuh Purwosari, Brojol. Untungnya pohon yang tumbang itu hanya mengenai bagian bangunan kamar mandi.
Banyak petani yang memperbaiki pematang dan tanggung saluran irigasi. Beberapa petani terpaksa kembali membajak sawahnya menggunakan tenaga sapi sebelum ditanami lagi.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono mengumpulkan para sukarelawan tanggap bencana untuk menghadapi musim penghujan.
Puluhan sukarelawan dari 30 organisasi sukarelawan berkumpul di Posko BPBD Sragen pada Selasa (13/11/2018) malam. Mereka bersepakat untuk mewaspadai potensi bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor.
“Hasil pemetaan BPBD tentang daerah rawan banjir dan tanah longsor sudah disampaikan ke sukarelawan. Potensi sumber daya manusia sukarelawan sebanyak 1.400 orang yang nantikan kami sebar di 20 kecamatan. Mereka berasal dari SAR Himalawu, Tagana, FKPPI, Rapi, Orari, Poldes, Kerjo Penak, komunitas difabel, Kumpulang Wong Sragen, dan seterusnya,” ujar Sugeng saat berbincang dengan Solopos.com.
Sugeng menyampaikan sesuai masukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Sragen, BPBD segera menyosialisasikan standar operasi prosedur dalam penanganan bencana alam. Prioritas penanganan korban bencana alam, kata dia, juga perlu disampaikan ke masyarakat agar memiliki pemahaman yang sama dalam penanganan bencana.
“Peristiwa yang terjadi pada bencana banjir 2007 jangan sampai terulang bila masyarakat bisa memahami prosedur penanganan korban bencana,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kejari Sragen menginventarisasi 117 dapur MBG dan menelusuri dugaan mark-up serta praktik jual beli lokasi dalam pelaksanaan program.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.