Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ma\'ruf Amin/ANTARA FOTO-Rivan Awal Lingga
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan soal buta dan budeg yang dilontarkan cawapres Ma\'ruf Amien menuai kontroversi di masyarakat terutama di muncul di kalangan oposisi.
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01, Ma\'ruf Amin mengaku dirinya tak menuduh siapapun perihal soal pernyataanya yang menyebut hanya masyarakat yang buta dan budeg yang masih mempertanyakan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Kalau ada orang yang mengingkari kenyataan, apa yang telah dilakukan oleh pak Jokowi. Kalau ya. Saya nggak nuduh siapa-siapa," ujar Ma\'ruf Amin di kediamannnya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (12/11/2018).
Ma\'ruf menjelaskan jika masih ada yang mengingkari keberhasilan Jokowi dalam hal membangun infrastruktur, sampai fasilitas kesehatan. Hal tersebut kata Ma\'ruf masuk kategori masyarakat yang tak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar atau budeg.
"Namanya kalau, ya, apa yang sudah dilakukan misalnya infrastruktur, jalan-jalan, lapangan terbang, pelabuhan, pendidikan, fasilitas kesehatan. Kalau mengingkari itu semua itu kan kayak orang buta. Nggak melihat dan kayak orang budeg," kata dia.
"Jadi yang budeg itu kalau ada orang yang tidak menerima itu atau tidak mau mengakui itu kayak orang budeg, kayak orang buta, itu saja," sambungnya.
Ma\'ruf Amin tak menuduh pihak siapapun terkait pernyataannya tersebut. Ma\'ruf juga menyebut saat ini masyarakat sudah mulai menyadari kinerja Jokowi dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Jadi saya tidak menuduh. Andai kata karena itu saya bilang sekarang orang mulai menyadari itu, karena itu tiap hari ada deklarasi. Tidak ada hari tanpa deklarasi. Di mana-mana, Bandung, Jakarta, di Banten terutama di Jawa Barat, itu deklarasi terus bergulir. Artinya orang sudah sangat memahami itu, merasakan kemaslahatan dan kemanfaatannya," paparnya.
Sebelumnya, Ma\'ruf Amin menyebut masyarakat telah merasakan dampak dari kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Masyarakat mulai paham apa yang dilakukan pak Jokowi telah memberikan manfaat, telah memberikan maslahat kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Ma\'ruf Amin di Festival Seniman Jalanan "Indonesia Bernyanyi" di Jalan Proklamasi nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).
Ma\'ruf mengaku mendapatkan cerita dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang menyebut telah merasakan dampak kinerja Jokowi yang telah memperhatikan masyarakat Papua dan melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur.
"Saya dengar dari Gubernur Papua Barat, katanya meraka sudah merasakan [kinerja Jokowi] itu. Jika ditanya jalan ini punya siapa? punya pak Jokowi, dana desa ini punya siapa? punya pak Jokowi, karena pak Jokowi lah pembangunan di daerah ini maju," ujar Ma\'ruf.
Ma\'ruf Amin pun mengisyaratkan masyarakat seperti tak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, yang masih mempertanyakan kinerja Jokowi.
"Hanya yang matanya buta, hanya yang telinganya budeg yang tidak melihat dan mendengar tentang [kinerja Jokowi] ini. Makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya," ujar Ma\'ruf lagi.
Karena itu, dengan diadakan Festival Seniman Jalanan, Ma\'ruf Amin mengajak para musisi jalanan untuk membuat lagu-lagu tentang kinerja Jokowi.
"Kami berdoa dari nyanyian inilah dapat membukakan mata dan melubangi telinga yang budeg-budeg itu," tutup Ma\'ruf Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
DPRD Klaten menjadwalkan pemilihan Wabup pada 26 Agustus 2026. Dua nama kader Gerindra berebut kursi yang kosong sejak Februari.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.301,77 pada Kamis (13/8/2026), seiring respons pasar terhadap hasil tinjauan indeks MSCI.
Empat pemain PSS Sleman mengalami cedera jelang Super League 2026/2027. Pieter Huistra menyebut mereka sedang menjalani proses pemulihan.
Petugas SPPG Pundungrejo muntah setelah mencicipi ayam rempah. Distribusi MBG ditarik dan 94 siswa SD Negeri 2 Jati tak menerima.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.