Bandara Riyadh Kembali Beroperasi, Houthi Keluarkan Ancaman
Bandara King Khalid di Riyadh kembali melayani sebagian penerbangan setelah ditutup dua pekan. Houthi kembali memperingatkan maskapai dan penumpang.
Achilles si kucing peramal./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Tumor menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menjangkit hewan peliharaan dalam 10 tahun terakhir.
C. Koesharjono, dokter hewan di Bilangan Jakarta Selatan mengatakan saat ini ada tren penyakit baru yang menjangkiti hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, yaitu tumor.
Pada Hari Peringatan Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2018, Koesharjono menyebut kenaikan penderita tumor pada anjing dan kucing diperkirakan mencapai 80%.
"Ini masih dalam penelitian, tetapi dari pengalaman saya yang awalnya sangat jarang membedah tumor, sekarang hampir setiap hari saya menerima pasien anjing atau kucing yang menderita tumor," ungkap, Senin (5/11/2018).
Dari hasil pengamatan Koesharjono, hampir 90% penderita tumor pada anjing atau kucing mengonsumsi makanan berbahan pengawet. Menurut Koesharjono, para pencinta hewan dan memiliki hewan peliharaan sebaiknya memperhatikan konsumsi anjing atau kucing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Bandara King Khalid di Riyadh kembali melayani sebagian penerbangan setelah ditutup dua pekan. Houthi kembali memperingatkan maskapai dan penumpang.
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.