Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Aksi bela tauhid, Jumat (26/10/2018)./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi menilai Aksi Bela Tauhid Jilid II tidak murni membela bendera tauhid.
Politikus PSI Guntur Romli mengetahui adanya Aksi Bela Tauhid jilid II yang rencananya digelar pada Jumat (12/11/2018) siang. Gun Romli mengatakan, aksi tersebut tidak murni membela bendera tauhid.
Pernyataan Gun Romli tersebut didasari oleh pengamatannya pada Aksi Bela Tauhid yang perdana digelar di depan Kantor Menkopolhukam, Jumat (26/10/2018).
Gun Romli menilai tidak ada yang menggelar aksi sesuai tema, tapi aksi itu justru membela Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.
"Mereka tidak mengelar Aksi Bela Tauhid, tapi membela Prabowo dan anti-Jokowi," kata Gun Romli kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (1/11/2018).
Berdasarkan berbagai informasi yang diperolehnya, Gun Romli mengatakan banyak bendera berkalimat tauhid yang dibawa secara sembarangan.
Selain itu, dirinya juga melihat banyak peserta aksi yang berkampanye dengan mengacungkan dua jari ala Prabowo-Sandiaga Uno.
"Bendera-bendera yang mereka sebut bendera tauhid dibawa sembarangan, diinjak, keleleran di jalanan masuk got dan lain-lain. Simbol-simbol yang mereka pakai 2 hari pendukung Prabowo," ujarnya.
Karenanya, Gun Romli menilai Aksi Bela Tauhid hanya menjadi ajang bagi segelintir pihak untuk membentuk opini masyarakat.
"Yang ikut aksi paham kok alasan sebenarnya, itu pendukung Prabowo dan pendukung khilafah [eks HTI] mereka sedang membentuk opini masyarakat," pungkasnya.
Untuk diketahui, sejumlah elemen masyarakat akan kembali turun ke jalan dalam aksi massa bertajuk Aksi Bela Tauhid, Jumat (2/11/2018) di Jakarta. Mereka akan berdemo setelah pukul 13.00 WIB.
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif membenarkan soal adanya rencana aksi tersebut.
"Insya Allah [akan melakukan aksi]," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (1/11/2018).
Dalam aksi tersebut, diperkirakan kurang lebih 10.000 orang peserta akan turun ke jalan dalam merespon pembakaran bendara tauhid beberapa waktu lalu di Garut, Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.