Advertisement
Napi Teroris dan Koruptor di Palu Kembali ke Tahanan, Banyak Napi Pencurian dan Perampokan Belum

Advertisement
Harianjogja.com, PALU- Sebanyak 578 narapidana atau warga binaan di Sulawesi Tengah belum kembali atau berada di luar lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sri Puguh Budi Utami dalam kunjungannya ke Palu, Sabtu (27/10/2018) menjelaskan per tanggal 27 Oktober 2018, terdapat 578 orang penghuni yang berada di luar lapas dan rutan, dari total penghuni sebelum terjadi gempa sebanyak 1.670 warga binaan. Sementara yang sudah kembali sebanyak 1.092 orang warga binaan.
Advertisement
Adapun rinciannya yang masih berada di luar dan belum melaporkan diri yakni Lapas Palu 182 orang, LPP Palu 20 orang, Rutan Palu 204 orang, Rutan Donggala 165 orang, dan Cabang Rutan Parigi 7 orang.
Masa tanggap darurat tahap II berakhir pada 26 Oktober 2018, sehingga Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM menjadikan penetapan tersebut sebagai salah satu dasar untuk memberikan kesempatan narapidana tahanan yang masih berada di luar lapas, untuk kembali ke tempat huniannya semula.
Selama tiga hari ke depan atau sebelum tanggal 30 Oktober 2018, Satuan Tugas (Satgas) Pemasyarakatan, kata Sri, akan melakukan penyisiran berdasarkan data alamat dan foto para warga binaan tersebut.
Dirjen perempuan di Kemenkum HAM tersebut mengatakan para warga binaan tersebut diimbau untuk menyerahkan diri secara sukarela. Namun, ketika per tanggal 29 Oktober malam hari, mereka belum kembali, maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak berwajib, untuk melakukan pencarian kepada mereka.
Kami tetapkan sebagai DPO per tanggal 30 Oktober 2018, dan data mereka akan kami sampaikan ke pihak kepolisian," ujar Sri.
Menurut dia, bagi mereka yang melintas ke luar Sulteng, Menkumham sudah menyurati Kapolri agar dibantu melakukan penangkapannya.
Para warga binaan yang masih berada di luar, teridentifikasi terlibat kasus-kasus umum seperti pencurian dan perampokan, dan sebagian besar mereka masih berada di Kota Palu.
Selain itu, untuk kasus pembunuhan dan koruptor, serta warga binaan perempuan dan anak-anak telah kembali.
Terkait dengan warga binaan kasus terorisme, sebelum bencana, mereka telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan sebanyak lima orang. Kemudian satu orang yang terpapar, juga telah kembali ke lapas.
"Untuk mereka yang berada di luar Sulteng, seperti teridentifikasi di Solo dan Sulawesi Selatan, untuk sementara kami biarkan mereka menjalani masa hukumannya di sana," kata Sri pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ini Prediksi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
Advertisement

Pembangunan Taman Budaya Sleman Terhambat Pemangkasan Anggaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
- Khofifah Minta Bos Maspion Pastikan Tidak Ada PHK di Jatim
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia
- Gempa Myanmar, Pemerintah Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
Advertisement
Advertisement