Kapolri Targetkan 1.500 SPPG Polri Beroperasi pada 2026
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, SAMARINDA- Presiden Joko Widodo mencurahkan isi hatinya (curhat) tentang perlakuan yang diterima selama menjabat presiden. Jokowi mengaku selama ini sudah terlalu sabar menghadapi fitnahan dan tuduhan kejam termasuk soal fitnah dirinya PKI.
"Presiden Jokowi PKI, coba. Astagfirullah. PKI dibubarkan 65, 66, saya lahir 61. Umur saya baru 4 tahun. Masa ada PKI balita. Ampun. Masa ada kejamnya seperti itu. Menuduh, memfitnah," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Samarinda Convention Hall Kota Samarinda, Kamis.
Sejumlah hadirin berseru "sabar, sabar, Pak" saat Presiden berpidato tersebut.
Mendengar seruan sabar itu Presiden justru terpacu untuk berbicara lebih kencang.
"Sabar, sabar. Ya kan sudah sabar. Tapi sabarkan juga ada batasnya. Saya sudah diam terus lho itu. Diam, kok ini enggak berhenti-berhenti. Jangan-jangan dipikir-pikir saya takut," katanya lalu ribuan hadirin dan masyarakat penerima sertifikat pun bertepuk tangan dan tertawa.
Ia pun menegaskan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan tata krama.
"Jangan karena pengin kekuasaan kemudian memfitnah," katanya.
Ia pun meminta layar untuk menampilkan betapa contoh fitnah soal PKI yang menimpanya sangat kejam di media sosial.
"Coba lihat itu gambarnya. Itu DN Aidit Ketua PKI. Pidato tahun 1955. Lah kok saya ada di dekatnya? Ini ada di media sosial. Kok ya persis saya itu lho. Saya lihat itu sampai geleng-geleng. Saya lahir saja belum kok sudah di dekat podium DN Aidit. Astagfirullah, ampun Ya Allah. Sabar. Ini baru satu gambar belum gambar yang lain. Sabar, sabar, sabar, sabar," katanya.
Ia pun mengatakan contoh itu menjadi gambaran betapa kejamnya politik sehingga bangsa Indonesia harus benar-benar menjaga kerukunan dan persatuan.
Presiden menegaskan dan berpesan kepada masyarakat agar jangan sampai karena pilkada atau pilpres terjadi perpecahan antar-saudara.
"Karena yang namanya pemilu setiap 5 tahun pasti ada. Masa kita mau gitu-gituan terus," katanya.
Presiden menyempatkan untuk berdialog dan memanggil ke panggung masyarakat penerima sertifikat yang ditunjuknya.
Namun pada kesempatan kali ini, ia tak memberikan hadiah sepeda tetapi kesempatan untuk berfoto bersamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.