Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Tim relawan PLN UID Jawa Tengah & DIY kloter pertama. /Ist- Dok PLN
Harianjogja.com, JOGJA- Bangga. Itulah gambaran perasaan para relawan tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi, Sulawesi Tengah.
Betapa tidak? Berkat kerja keras dan kerja ikhlas mereka, hampir 90% jaringan listrik di daerah terdampak bencana dapat dipulihkan. Ini akan menjadi hal pertama yang akan mereka ceritakan kepada anak, istri, dan keluarga di rumah, bagaimana ayah dan suami mereka bekerja siang-malam memulihkan listrik untuk saudara saudara di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi.
Para relawan ini telah merasakan sendiri bagaimana suasana pasca bencana yang menimpa Sulawesi Tengah. Jalan-jalan yang hancur, puing-puing bangunan berserakan, dan orang-orang yang berjuang melanjutkan hidup setelah kehilangan harta bendanya bahkan nyawa keluarga tercinta.
Tim relawan PLN UID Jawa Tengah & DIY kloter pertama berangkat sejak tanggal 2 Oktober 2018 hingga tanggal 16 Oktober 2018, selama 14 hari di sana PLN UID Jawa Tengah & DIY turut berkontribusi dalam; pulihnya 7 Gardu Induk yang rusak akibat gempa, pulihnya 45 Penyulang (Feeder), 101 MW daya tersedia, dan ketersediaan 77 Unit genset tiba di Palu.
Manajer Pengendalian Sistem Operasi Distribusi PLN UID Jateng & DIY, Imbar Susanto yang sekaligus menjadi ketua tim relawan menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas keikhlasan dan kesukarelaan tim relawan PLN UID Jawa Tengah & DIY. Menurutnya tim ini memiliki kekuatan jasmani dan rohani yang luar biasa.
“Ketika kami turun dari kapal, rasanya seperti menginjakkan kaki di kota mati, senyap, sampah berserakan dimana mana. Di dalam kondisi kota yang senyap itu teman teman tetap berangkat ke lapangan,” tuturnya menceritakan kondisi Kota Palu saat tim tiba.
Imbar juga menambahkan beberapa kali kekuatan tim relawan diuji, sebanyak empat kali gempa susulan, bahkan yang terbesar mencapai 5,6 Skala Richter tidak menyurutkan semangat para relawan.
Salah satu tim relawan, Gesit Pambudiarto juga menceritakan pengalamannya selama di Sulawesi Tengah. Awalnya Gesit merasa cemas dan takut ketika akan berangkat ke Palu, namun ketakutan itu sirna melihat semangat rekan relawan PLN yang lain.
“Setiap kita merasa lelah, semangat teman teman kita yang lain membuat rasa lelah itu hilang sekejap”, ujarnya.
Kehadiran tim relawan PLN di Sulawesi Tengah tidak semata mata untuk memulihkan kelistrikan saja, terkadang mereka juga membantu warga yang terdampak bencana dengan dukungan moral.
“Suatu ketika kami sedang melakukan pekerjaan di satu tempat yang banyak anak anak, anak anak tersebut pastinya mengalami trauma hebat, rumahnya roboh dan bahkan ada yang orang tuanya meninggal. Hal ini membuat saya terharu, saya merasa terpanggil untuk menghibur dengan bermain bersama anak anak ini,” tambah Gesit.
Hal lain yang membuat ia tertegun adalah keramahan dan kebaikan warga sekitar ketika tim relawan hadir di dekat mereka. Meskipun dalam keadaan ditimpa musibah, mereka tak segan-segan menghampiri, menjamu para relawan yang bekerja di bawah teriknya matahari dengan keringat bercucuran. Sungguh itu hal yang sangat luar biasa, lewat suguhan seadanya tersebut ia menjadi tahu maksud mereka adalah untuk berterima kasih.
Pada hari Selasa (16/10/2018), tugas para relawan PLN batch pertama telah purna dan kami senang bisa berkumpul lagi dengan keluarga, namun bukan berarti kepedulian mereka terhenti sampai di situ. "Doa akan senantiasa kami panjatkan untuk saudara saudara di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi," tambah Imbar.
Selanjutnya tongkat estafet akan diberikan kepada rekan mereka, tim relawan PLN Batch 2 untuk menyempurnakan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Menjadi bagian dari relawan yang bertugas memulihkan pasokan listrik di lokasi bencana adalah pengalaman terhormat dan berharga dalam hidup para relawan tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.
10 developer game mobile Jepang bangkrut hingga Juli 2026. Biaya produksi dan persaingan game China-Korea memperberat tekanan industri.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris
BMKG mendeteksi 1.104 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mencatat 528 hotspot, sementara karhutla di Riau telah membakar lebih dari 700 hektare lahan.
Gerhana Bulan sebagian terjadi 28 Agustus 2026 dengan 96 persen Bulan tertutup bayangan Bumi. Fenomena ini tidak terlihat dari Indonesia.