Advertisement

Ngeri...Pejabat yang Masuk Daftar Hitam Presiden Duterte Tewas Ditembak

Newswire
Kamis, 06 September 2018 - 09:50 WIB
Bhekti Suryani
Ngeri...Pejabat yang Masuk Daftar Hitam Presiden Duterte Tewas Ditembak Presiden Duterte. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, MANILA – Sejumlah pejabat di Filipina yang dicurigai terafiliasi dengan jaringan narkoba satu perstau tewas ditembak.

Seorang wali kota di Filipina yang masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte sebagai pejabat yang diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika telah tewas ditembak di kantornya pada Rabu.

Advertisement

Mariano Blanco yang menjabat sebagai Wali Kota Ronda menjadi korban terakhir dari serangkaian pembunuhan terhadap pejabat dalam beberapa bulan terakhir, beberapa diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika, beberapa lainnya tidak. Banyak pihak yang meyakini bahwa perang melawan narkotika yang diumumkan Presiden Duterte sejak 2016 telah mendorong terjadinya pembunuhan-pembunuhan tersebut.

Berdasarkan keterangan kepala kepolisian lokal, Blanco ditembak oleh beberapa pria bersenjata di kantornya lewat tengah malam. Para pelaku masih belum dapat diidentifikasi.

"Para saksi mengatakan empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota ... Wali kota ada di sana saat dia tidur di kantornya," kata Inspektur Senior Jayr Palcon kepada AFP, Rabu (9/5/2018).

Tidak diketahui mengapa Blanco memutuskan untuk menginap di kantornya malam itu. Wali kota berusia 59 tahun itu dinyatakan tewas di rumah sakit. Motif penembakan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Pembunuhan Blanco berselang setahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kewenangannya atas kepolisian setempat karena dugaan terlibat dalam perdagangan narkotika ilegal.

Dia menjadi salah satu dari sedikitnya enam wali kota dan wakil wali kota yang tewas dibunuh di Filipina dalam beberapa bulan terakhir. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di tengah upaya kepolisian melakukan tindakan keras sebagai bagian dari perang terhadap narkotika yang dilancarkan Duterte.

Polisi mengatakan 4.410 dugaan pengedar atau pengguna narkoba telah tewas sebagai bagian dari kampanye anti-narkoba yang diumumkan sejak Duterte memenangkan pemilihan pada pertengahan 2016.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan bahwa jumlah kematian yang sebenarnya tiga kali lebih tinggi dan bahwa polisi dan orang-orang misterius telah melakukan pembunuhan terhadap orang-orang bahkan tanpa bukti mereka terkait dengan narkoba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement