Advertisement
Ngeri...Pejabat yang Masuk Daftar Hitam Presiden Duterte Tewas Ditembak
Presiden Duterte. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, MANILA – Sejumlah pejabat di Filipina yang dicurigai terafiliasi dengan jaringan narkoba satu perstau tewas ditembak.
Seorang wali kota di Filipina yang masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte sebagai pejabat yang diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika telah tewas ditembak di kantornya pada Rabu.
Advertisement
Mariano Blanco yang menjabat sebagai Wali Kota Ronda menjadi korban terakhir dari serangkaian pembunuhan terhadap pejabat dalam beberapa bulan terakhir, beberapa diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika, beberapa lainnya tidak. Banyak pihak yang meyakini bahwa perang melawan narkotika yang diumumkan Presiden Duterte sejak 2016 telah mendorong terjadinya pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Berdasarkan keterangan kepala kepolisian lokal, Blanco ditembak oleh beberapa pria bersenjata di kantornya lewat tengah malam. Para pelaku masih belum dapat diidentifikasi.
BACA JUGA
"Para saksi mengatakan empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota ... Wali kota ada di sana saat dia tidur di kantornya," kata Inspektur Senior Jayr Palcon kepada AFP, Rabu (9/5/2018).
Tidak diketahui mengapa Blanco memutuskan untuk menginap di kantornya malam itu. Wali kota berusia 59 tahun itu dinyatakan tewas di rumah sakit. Motif penembakan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Pembunuhan Blanco berselang setahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kewenangannya atas kepolisian setempat karena dugaan terlibat dalam perdagangan narkotika ilegal.
Dia menjadi salah satu dari sedikitnya enam wali kota dan wakil wali kota yang tewas dibunuh di Filipina dalam beberapa bulan terakhir. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di tengah upaya kepolisian melakukan tindakan keras sebagai bagian dari perang terhadap narkotika yang dilancarkan Duterte.
Polisi mengatakan 4.410 dugaan pengedar atau pengguna narkoba telah tewas sebagai bagian dari kampanye anti-narkoba yang diumumkan sejak Duterte memenangkan pemilihan pada pertengahan 2016.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan bahwa jumlah kematian yang sebenarnya tiga kali lebih tinggi dan bahwa polisi dan orang-orang misterius telah melakukan pembunuhan terhadap orang-orang bahkan tanpa bukti mereka terkait dengan narkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








