Aksara Jawa hingga Pegon Masuk Domain Internet, Ini Tantangannya
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Wisatawan memotret kirab pembukaan festival budaya Kampung Prawirotaman dan Kampung Panggung Krapyak di Jalan Prawirotaman, Yogyakarta, Sabtu (15/07/2017)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2018 mencapai 1,32 juta kunjungan, atau naik sebesar 6,07% dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 1,14 juta kunjungan. Hal itu diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa kenaikan jumlah wisatawan mancanegara tersebut juga melonjak jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencapai 15,21 persen.
"Pada Juni 2018, wisman mencapai 1,32 juta kunjungan, ini juga masih masuk dalam masa Lebaran," kata Suhariyanto, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, didominasi wisman yang masuk menggunakan angkutan udara, yakni mencapai 62% atau sebanyak 812.800 kunjungan.
Diikuti oleh wisman yang menggunakan angkutan laut sebanyak 289.300 kunjungan atau 22%, dan yang melalui darat sebanyak 16% atau 216.000 kunjungan.
Beberapa pintu masuk udara yang mengalami kenaikan tertinggi pada Juni 2018 dibanding bulan sebelumnya adalah, Bandara Sultan Badarudin II, Sumatra Selatan yang mencapai 83,10%. Sementara yang melalui pintu laut adalah Tanjung Balai Karimun, Provinsi Riau yang mencapai 48,91%.
Kunjungan wisman terbanyak pada Juni 2018 berasal dari Malaysia sebanyak 223.192 kunjungan, diikuti Republik Rakyat Tiongkok 185.116 kunjungan, Singapura 144.987 kunjungan, Timor Leste 132.912 kunjungan, dan Australia 115.603 kunjungan.
Capai 7,53 Juta Kunjungan
Secara kumulatif pada periode Januari-Juni 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,53 juta kunjungan atau naik 13,08% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 6,66 juta kunjungan.
"Angka ini meningkat cukup baik dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Diharapkan terus meningkat," kata Suhariyanto.
Berdasar catatan BPS, pada periode Januari-Juni 2014, jumlah kunjungan wisman sebanyak 4,55 juta kunjungan, naik pada 2015 menjadi 4,91 juta kunjungan, dan terus meningkat pada 2016 menjadi 5,3 juta kunjungan.
Wisman dari wilayah ASEAN mencatatkan jumlah pertumbuhan paling tinggi yakni 24,84% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Diikuti Asia selain ASEAN sebanyak 12,88%, dan dari Eropa naik sebesar 1,47%.
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2018 mencapai rata-rata 52,04% atau naik 1,02 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2017 yang tercatat sebesar 51,02%.
Sementara itu, jika dibanding TPK Mei 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juni 2018 mengalami penurunan sebesar 1,82 poin.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juni 2018 tercatat sebesar 1,85 hari, terjadi penurunan 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Juni 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Wellness tourism di Jogja mulai dikembangkan melalui kolaborasi rumah sakit, tenaga medis, dan sektor pariwisata untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja menyelenggarakan kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda Tahun 2026 di halaman Dispora Kota Jogja, Rabu.
DPRD Bantul menekankan pentingnya sinergi pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan anak.
Silmy Karim dijadwalkan menjalani sidang perdana kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Bappenas menyiapkan Peta Jalan Bioekonomi Indonesia yang ditargetkan diadopsi akhir 2026 untuk memperkuat industri dan ekonomi berkelanjutan.