IHSG Melonjak 2,28 Persen, Sentimen Global Jadi Pendorong
IHSG ditutup naik 2,28 persen ke 5.875,78 dipicu sentimen global dan harapan kebijakan The Fed.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA-Pertemuan lanjutan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperkirakan akan membicarakan koalisi serta kemungkinan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terbaik.
Pengamat politik dari LSI Denny JA, Aji Al Farabi, mengatakan hal tersebut ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Senin, menanggapi rencana pertemuan SBY dan Prabowo pada hari ini, setelah tertunda dari jadwal yang ditentukan sebelumnya pada Minggu (29/7/2018) malam.
Menurut Aji, Partai Gerindra dan Partai Demokrat hampir dapat dipastikan akan membangun koalisi menghadapi pemilu presiden 2019, karena kedua partai tersebut memiliki visi yang sama.
"Dari pertemuan kedua ketua umum partai tersebut, Pak Prabowo dan Pak SBY, pada 24 Juli lalu, keduanya memiliki komitmen yang sama, soal penyelenggaraan pemilu 2019, situasi nasional, serta harapan terhadap pemimpin untuk lima tahun ke depan," kata Aji Al Farabi.
Peneliti pada LSI Denny JA menjelaskan, dari empat partai politik yang berada di luar koalisi partai pendukung Joko Widodo, Gerindra dan Demokrat, memiliki posisi tawar lebih tinggi, karena memiliki jumlah kursi di parlemen lebih banyak, dibandingkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Partai Gerindra, kata dia, memiliki tokoh yag akan diusung sebagai capres yakni Prabowo Subianto, sedangkan Partai Demokrat juga memiliki putra ketua umum yang akan diusung sebagai cawapres yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Gerindra dan Demokrat, akan menjadi motor koalisi empat partai, tinggal menyepakati siapa capres dan cawapres yang akan diusung," katanya.
Aji menambahkan, SBY usai pertemuan dengan Prabowo di kediamannya di Perumahan Taman Patra Kuningan, Selasa (24/7) lalu, kepada pers mengatakan bahwa usulan cawapres dari Partai Demokrat untuk mendampingi Prabowo Subianto, tidak harus putranya Agus Harimurti Yudhoyono. "Itu artinya, Pak SBY dan Pak Prabowo, masih terbuka untuk mendiskusikan siapa figur cawapres terbaik untuk mendampingi Pak Prabowo," katanya.
Bahkan ada kemungkinan, kata Aji, juga membicarakan siapa figur calon presiden yang terbaik, karena koalisi empat partai politik ini juga memiliki strategi untuk memenangkan pemilu presiden 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup naik 2,28 persen ke 5.875,78 dipicu sentimen global dan harapan kebijakan The Fed.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.