Menhub: 130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Dicari Tim SAR
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Ilustrasi banjir./Kyodo via Reuters
Harianjogja.com, HANOI-Sebanyak 19 orang tewas, 17 orang luka-luka, dan 13 lainnya hilang akibat hujan lebat dan banjir yang dipicu oleh Topan Son Tinh di wilayah Vietnam Tengah serta Utara, kata lembaga pemerintah, Minggu (22/7/2018).
Di antara korban tewas, 11 berasal dari Provinsi Yen Bai di Vietnam Utara, dan dua --masing-masing-- dari Provinsi Than Hoa di Vietnam Tengah serta Provinsi Son La di Vietnam Utara, kata Komite Pengarah Pusat bagi Pemantauan dan Pencegahan Bencana Alam, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Di antara orang yang terdaftar hilang, 11 berasal dari Provinsi Yen Bai dan tiga dari Than Hoa.
Hujan lebat, banjir bandang dan tanah longsor juga menghancurkan 217 rumah dan merendam tak kurang dari 9.600 rumah, membunuh lebih dari 1.300 ternak serta 27.600 unggas, merusak 5.400 hektare kolam, dan merendam 113.000 hektare sawah dan serta lahan tanaman lain.
Menurut Pusat Nasional bagi Prakiraan Hidro-Meteorologi, hujan lebat mungkin berlanjut selama beberapa hari di wilayah itu, dan tanah longsor serta banjir bandang lain diperkirakan melanda Provinsi Thanh Hoa serta Nghe An.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.
Longsor Aceh Tengah menewaskan 1 warga dan melukai 13 orang. Material lumpur menutup sejumlah jalan dan merusak empat rumah warga.
Badan Geologi mencatat 11 gunung api erupsi hingga 7 September 2026. Gunung Ibu mencapai 25.556 kali erupsi.