OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Amien Rais dan Ketum PA 212 Slamet Maarif di Mekkah./Suara-Foto Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Dukungan terhadap Prabowo Subianto maju sebagai capres oleh sejumlah artai koalisi ternyata belum bulat.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh P Daulay menegaskan pertemuan tiga partai PKS, PAN, dan Gerindra kemarin belum membulatkan dukungan ke Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019.
Pertemuan di kediaman Prabowo itu ia katakan sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Saleh menjelaskan masih membutuhkan waktu untuk mendalami perihal capres dan cawapres yang akan diusung oleh PAN.
Pertemuan tersebut dilakukan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). Dalam pertemuan itu hadir Ketua Umum PAN Zulkifili Hasan, politisi senior PAN Amien Rais, dan Presiden PKS Sohibul Iman.
“Kalau pertemuan seperti itu kan sudah sering. Kedekatan antara ketiga parpol ini pun sudah diketahui banyak pihak. Namun soal capres dan cawapres, sepertinya masih diperlukan tambahan waktu untuk mendalaminya," kata Saleh saat dihubungi Suara.com-Jaringan Harianjogja.com, Senin (16/7/2018).
Saleh melihat tantangan Pilpres 2019 kali ini bukan hanya menentukan siapa capres dan cawapres yang akan didukung, tetapi perubahan besar yang bisa dibawa sebagai hasil penetapan capres dan cawapres.
Oleh sebab itu, hingga kini PAN masih merundingkan terkait dengan keputusannya dalam mendukung Prabowo atau malah mengusung capres lain.
“Kalau sudah tahu tingkat kesulitan dan tahu strategi mengatasinya, barulah kemudian ditetapkan capres/cawapres yang bisa mengatasinya. Jangan langsung ke kesimpulan. Nanti malah tidak produktif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.