Advertisement
Demi Penyelamatan Tim Sepak Bola yang Terjebak, Area di Sekitar Gua Thailand Dikosongkan
Tim penyelamat berada di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, untuk menyelamatkan anggota tim sepakbola U-16 dan seorang pelatih yang terperangkap. - Reuters/Stringer
Advertisement
Harianjogja.com, THAM LUANG CAVE-Otoritas Thailand pada Ahad (8/7/2018), berencana mengosongkan area di sekitar gua di Thailand utara tempat selusin anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka telah terperangkap sehingga "operasi penyelamatan" dapat dilakukan.
Pengumuman itu disampaikan ketika awan hujan monsun gelap menjulang di atas pegunungan utara negara itu pada Ahad. Hujan itu berpotensi meningkatkan risiko di gua tempat penyelamat masih mengobarkan "perang melawan air dan waktu" untuk menyelamatkan 12 anak laki-laki yang terperangkap dan asisten pelatih mereka.
Advertisement
Anak-anak itu, yang berusia antara 11 dan 16 tahun, hilang dengan pelatih mereka yang berusia 25 tahun setelah latihan sepak bola pada 23 Juni. Mereka diketahui berangkat untuk menjelajahi kompleks gua Tham Luang di sebuah taman hutan dekat perbatasan dengan Myanmar.
"Menilai situasi sekarang, perlu untuk mengevakuasi daerah itu untuk operasi penyelamatan," kata komandan polisi Mae Sai Komsan Sa-ardluan melalui pengeras suara.
BACA JUGA
"Mereka yang tidak terkait dengan operasi penyelamatan, tolong segera meninggalkan daerah itu." Hujan deras yang baru dapat menimbulkan kemunduran bagi tim penyelamat yang berjuang untuk menguras kompleks gua Tham Luang di provinsi utara Chiang Rai.
Weather.com memperkirakan badai petir berkelanjutan akan berlangsung hingga Ahad dan Senin, dengan cuaca badai lebih lanjut yang diperkirakan akan terjadi sekitar dua minggu ke depan.
Narongsak Osottanakorn, mantan gubernur provinsi yang memimpin upaya itu mengatakan "waktu ideal" untuk penyelamatan bisa datang dalam dua atau tiga hari ke depan.
"Kami masih berperang dengan air dan waktu," katanya kepada wartawan.
Dalam perkembangan lain pada Sabtu, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa anak-anak itu telah berkomunikasi melalui surat dengan keluarga mereka, banyak dari mereka yang berkemah di luar pintu masuk gua, untuk pertama kali sejak mereka ditemukan.
Upaya untuk mengirimkan telepon ke anak laki-laki pada awal minggu gagal.
Dalam satu surat, anak laki-laki membuat daftar makanan yang ingin mereka makan saat mereka tiba dengan selamat di rumah, seperti ayam goreng dan "barbekyu pinggan panas" serta meminta guru mereka untuk tidak menugaskan terlalu banyak pekerjaan rumah.
Pelatih, Ekapol Chanthawong, mengatakan kepada orangtua dalam surat terpisah bahwa dia akan "mengurus dengan baik" anak-anak itu dan meminta maaf karena membuat mereka menghadapi cobaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- Pemadaman Listrik Jogja 17 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Bahaya Bernapas Lewat Mulut Saat Tidur dan Olahraga
- Cek Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat Ini
- Jadwal KRL Solo-Jogja 17 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Tenang! Gejala ISPA Bisa Diatasi di Rumah, Ini Syaratnya
Advertisement
Advertisement








