Advertisement
Ancaman Mogok Pilot Garuda Saat Mudik Bisa Jadi Bumerang
Penumpang bersiap menaiki pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua, Selasa (29/10/2013). - Bisnis/Dwi Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Ancaman mogok yang akan dilakukan oleh pilot dan karyawan Garuda Indonesia saat arus mudik Lebaran dinilai justru akan menurunkan simpati publik terhadap apa yang diperjuangkan para pilot.
Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan ancaman mogok yang awalnya ditujukan bagi pemegang saham mayoritas, yakni Kementerian BUMN, akan berdampak luas terhadap masyarakat. Terlebih, terhadap calon penumpang yang akan maupun sudah membeli tiket pesawat.
Advertisement
"Rencana aksi ini akan membuat publik hilang simpati terhadap apa yang mereka perjuangkan. Bisa berdampak luas terhadap pelayanan masyarakat," kata Alvin, Jumat (1/6/2018).
Dia menuturkan calon penumpang akan ragu atau khawatir saat membeli tiket Garuda, sedangkan yang belum membeli akan memilih menggunakan maskapai lain agar tidak berisiko. Hasilnya, pihak manajemen maskapai akan menjadi rugi.
Di sisi lain, emiten berkode GIAA tersebut juga akan semakin kehilangan kepercayaan investor apabila eksekusi mogok terlaksana. Eksekusi mogok saat mudik berisiko menimbulkan kerepotan pengelola bandara apabila terjadi penumpukan penumpang.
Alvin, yang juga sebagai anggota Ombudsman, meminta agar pelayanan publik tidak ikut terganggu. Serikat pekerja perlu meninjau kembali dan mengurungkan aksi tersebut.
"Bermusyawarahlah para pihak supaya cepat ada solusi yang bisa mengakomodir kepentingan para pihak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tabrak Truk yang Putar Balik, Pengendara Motor Tewas di Gamping Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement








