Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Joko Widodo, Ilustrasi./Bisnis Indonesia-Husein P
Harianjogja.com, SURABAYA-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan langsung kronologi peristiwa dan data korban bom bunuh diri di tiga gereja yang ada di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyatakan, Presiden Jokowi akan menyampaikan detail mengenai kronologi maupun data korban.
"Jadwal yang saya dapat, Pak Presiden sudah mendatangi TKP, selanjutnya bergeser ke Rumah Sakit dr Soetomo," terang Barung pada wartawan saat ditemui di Mapolda Jatim, Minggu siang.
Selanjutnya, sambung Barung, Jokowi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kemudian, akan memberikan keterangan resmi di Mapolda Jatim. Presiden akan ditemani oleh Menko Polhukam, Kepala BIN, dan Kapolri.
Seperti diketahui, terjadi ledakan bom pada tiga gereja di Surabaya meliputi GKI Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercelah di Jalan Ngangel Madya No 1 Gubeng, dan gereja di Jalan Arjuno. Dalam peristiwa tersebut menelan korban jiwa sebanyak 11 orang dan puluhan warga luka-luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.