Advertisement

Setelah Berjuang 3 Bulan, Wanita Arizona ini Kalah Melawan Penyakit Langka dari Hewan Pengerat

Kusnul Isti Qomah
Sabtu, 28 April 2018 - 20:37 WIB
Kusnul Isti Qomah
Setelah Berjuang 3 Bulan, Wanita Arizona ini Kalah Melawan Penyakit Langka dari Hewan Pengerat Kiley Lane. - Ist/YouCaring

Advertisement

Harianjogja.com, ARIZONA-Seorang wanita Arizona yang terjangkit virus langka yang dibawa hewan pengerat yang disebut hantavirus, meninggal minggu lalu setelah tiga bulan berjuang melawan penyakitnya itu.

"Kiley Rianna Terrell Lane meninggal dunia dan berkumpul bersama mendiang ayahnya dengan damai pada 18 April dikelilingi suami tercinta, ibu, saudari, dan keluarga," tulis keluarga Kiley lane di laman YouCaring miliknya, seperti dilansir dari Live Science, Sabtu (28/4/2018).

Advertisement

"Keluarga Kiley terus membangun kesadaran akan hantavirus dan meningkatkan pembicaraan tentang penyakit serius ini. Jika seseorang dites lebih awal dan menghindari rasa sakit dan penderitaan yang dialami Kiley, itu adalah kehidupan [positif] berdampak."

Sebelumnya, Live Science mempublikasikan tulisan pada 27 Februari 2018 setelah diagnosa Lane.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan seorang wanita Arizona menyangka dirinya terkena flu. Namun, rupanya dia terkena hantavirus.

Menurut Fox News, Lane mulai merasa tidak sehat pada awal Januari. Ketika itu ia mengalami gejala seperti flu termasuk mual, serta sakit peruh yang dahsyat.

Setelah pergi ke dokter, ia awalnya disuruh pulang dan diberi obat pencahar karena dikira ada masalah penyumbatan. Namun, beberapa minggu kemudian, ia kembali ke dokter dengan napas pendek.

"Dia menjadi semakin sakit dan tidak ada yang mau mendengarkan. Tesnya tidak menunjukkan positif pneumonia, flu, hepatitis. Tak satupun hasil tesnya yang positif," ujar ibu Lane, Julie Barron kepada Fox.

Akhirnya, Lane menjalani tes untuk hantavirus yang menunjukkan hasil positif.

Namun, keluarga Lane masih tidak tahu bagaimana ia bisa terkena virus itu. "Dia tidak menggali tempat sampah atau berada di sekitar hewan pengerat yang terinfeksi. Dia melakukan kegiatan rutinnya seperti biasa [seperti menyapu teras atau menyeka area]," ujar Barron.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), area apapun di sekitar rumah atau kerja di mana hewan pengerat bisa hidup, berpotensi menjadi lokasi infeksi.

Pada awal Februari, Lane diterbangkan ke Rumah Sakit Universitas New Mexico di mana ia terhubung dengan mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO).

Mesin ini bertindak untuk jantung dan paru-paru. Mesin ini memompa darah melalui paru-paru buatan di luar tubuh, yang ditambahkan oksigen dan membuang dioda karbon, kemudian mengembalikan darah ke tubuh pasien. Lane menggunakan mesin ECMO selama 21 hari.

Kepada Fox, Barron mengungkapkan, Lane telah menunjukkan beberapa peningkatan kondisi, tetapi masih jauh dari kesembuhan. Seorang teman kemudian membuat laman YouCaring untuk membantu menggalang dana untuk biaya pengobatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Live Science

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Mendadak Ambruk di Kapal, Nelayan Pekalongan Tewas di Laut Gunungkidul

Mendadak Ambruk di Kapal, Nelayan Pekalongan Tewas di Laut Gunungkidul

Gunungkidul
| Sabtu, 04 April 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement