Dewas KPK Kaji Dugaan Pelanggaran Etik Staf KPK di Kasus Pemalang
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, seusai acara pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10)./ANTARA -Setpres Agus Suparto
Harianjogja.com, JAKARTA—Elektabilitas mereka yang menjadi bakal calon presiden dinilai sejalan dan signifikan dengan kinerja yang ditunjukkan selama ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Andreas Pareira dalam keterangan resminya.
“Hasil survei yang dilakukan terhadap elektabilitas tokoh nasional yang menjadi bakal calon presiden sejalan dan signifikan dengan kinerja yang ditunjukkan oleh masing-masing tokoh nasional tersebut,” ujar anggota Komisi I DPR, Senin (23/4/2018).
Dia juga mengungkapkan tidak mengejutkan calon petahana melaju sendiri melampaui calon-calon lain. “Karena memang selama ini Presiden Joko Widodo mendominasi karya dan prestasi kerjanya di republik ini,” tambahnya.
Andreas percaya hasil survei yang menunjukkan keunggulan Jokowi tersebut merupakan refleksi dari aspirasi masyarakat. Dia menambahkan tingkat elektabilitas Jokowi dalam tiga bulan hingga setahun ke depan akan terus meningkat.
“Kelihatan apabila situasi berjalan tetap elektabilitas Jokowi dalam tiga bulan, enam bulan, bahkan setahun ke depan akan meningkat terus melampaui 60%. Sehingga relatif aman menuju pilpres 2019,” ujarnya.
Terkait dengan tokoh oposisi di luar pemerintahan, Andreas mengatakan tokoh-tokoh tersebut tidak memainkan peran dengan baik, bahkan cenderung menyerang pemerintah secara membabi buta.
“Sementara tokoh-tokoh oposisi yang diharapkan muncul dari partai-partai di luar pemerintahan tidak memainkan peran dengan baik, cenderung "menyeruduk" menyerang pemerintah secara membabi buta tanpa argumentasi yang jelas," ucapnya.
Berangkat dari penilaian tidak adanya bakal calon presiden yang memiliki kinerja lebih baik dari Jokowi, Andreas Pareira yakin bahwa yang menjadi musuh utama Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 bukanlah Bakal Calon Presiden penantang, melainkan isu, rumor, dan black campaign.
“Lawan Jokowi pada masa-masa mendatang adalah isu, rumor, dan slogan-slogan black campaign yang diarahkan pada diri Jokowi," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Eko Yuli Irawan diproyeksikan tampil di Asian Games keenam di Aichi-Nagoya 2026 setelah masuk tim angkat besi Indonesia.
Meta deskripsi: KPK menyita dokumen, HP, dokumen elektronik, dan CCTV setelah menggeledah 15 lokasi terkait kasus Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro.
BGN memperketat pengawasan keamanan pangan MBG di 27.489 SPPG, mulai dari persiapan bahan hingga pemeriksaan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Tembok SDN Minomartani 2 roboh dan melukai 10 warga. Polisi menemukan tembok diduga berdiri sejak 1980 tanpa pondasi memadai.
Disdukcapil Jogja mengoptimalkan antrean online melalui JSS agar warga bisa mengambil nomor dan memantau antrean tanpa menunggu lama.