Bentrok Para Pendekar dari Dua Perguruan Silat Berujung Pembakaran Warung

Ribuan orang di pintu tol Boyolali berusaha masuk ke Pertigaan Bangak, Boyolali, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Galih E)
04 April 2018 17:50 WIB Rini Yustiningsih News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI --  Bentrok para pendekar dari dua perguruan silat di Boyolali berbuntut panjang. Perselisihan keduanya turut menimbulkan kerugian materi.

Sebuah warung di depan Pabrik Kiky, pertigaan Bangak, Boyolali, Rabu (4/4/2018) dini hari tadi dibakar dan dirusak. Pascabentrok organisasi massa (ormas) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Sardulo Seto (SS) di Bangak, Banyudono, Senin-Selasa (2-3/4/2018) dini hari, ribuan orang mengendarai sepeda motor Selasa malam hingga dini hari tadi masuk ke pertigaan Bangak, Boyolali dari berbagai penjuru.

Aparat polisi menjaga ini sudut-sudut perbatasan Boyolali. Bahkan dini hari tadi, truk polisi sengaja diparkir melintang di kawasan Tugu Lilin, Pajang untuk menghalau massa dari arah barat dan selatan.

Demikian halnya di kawasan Klodran, di kawasan pintu tol. Selasa malam, ratusan orang berkonvoi sambil membawa senjata tajam. Puncaknya dini hari tadi, sebuah warung di pertigaan Bangak dibakar.

Diperkirakan jumlah massa mencapai 5.000 orang. Pantauan Solopos.com dari berbagai sumber mereka datang dari berbagai wilayah Soloraya. Aksi mereka akhirnya berhasil dibubarkan polisi. Bahkan ribuan orang di pintu tol Boyolali kawasan Banyudono dipaksa mundur oleh petugas polisi agar tak masuk Bangak.

Aksi Rabu dini hari merupakan buntut aksi Senin-Selasa kemarin. Padahal pada Selasa siang pimpinan PSHT dan SS telah bersepakat damai di Mapolres Boyolali.

Kasubag Humas Polres Boyolali, AKP Eddy Purnama Lillah, mengatakan pada Senin sekitar pukul 22.00 WIB, memang muncul insiden bentrokan di ruas jalan Solo-Semarang, tepatya di Desa Bendan Banyudono.

Dalam insiden itu, sejumlah anggota perguruan silat terluka dan sepeda motornya dirusak. Mereka yang tak terima lantas menuntut balas dendam dengan mendatangkan ratusan teman-temannya. Mereka rata-rata berasal dari arah timur dengan mengendarai sepeda motor.

Beruntung, ratusan polisi menghalau di pertigaan Bangak, Banyudono, dan massa berhasil dibubarkan pada Selasa sekitar pukul 02.00 WIB.

Sumber : Solopos